Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Survei: Dukungan Warga Indonesia untuk Aksi Iklim Tertinggi di Dunia

📅 Senin, 05 Mei 2025, 17:02 WIB | Oleh:
Survei: Dukungan Warga Indonesia untuk Aksi Iklim Tertinggi di Dunia Doc: ANTARA/HO-Pelindo Regional 3
Ket. Ilustrasi sejumlah pegawai Pelindo Regional 3 menanam bibit pohon mangrove di Desa Bancaran, Kabupaten Bangkalan, Madura, beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Survei global terbaru menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia termasuk yang paling mendukung aksi pengurangan dampak perubahan iklim dan polusi metana di antara 17 negara dari lima benua, sebagaimana dilaporkan organisasi filantropi Global Methane Hub.

CEO Global Methane Hub Marcelo Mena dalam keterangan di Jakarta, Senin (5/5), mengatakan bahwa dalam survei itu mendapati sebanyak 91 persen masyarakat Indonesia menyatakan dukungan terhadap upaya mengurangi dampak perubahan iklim, termasuk 68 persen yang menyatakan sangat mendukung.

Sementara itu, 89 persen mendukung target penanggulangan emisi metana, dengan 59 persen di antaranya menyatakan sangat mendukung.

"Di Indonesia, dampak iklim bukan hanya risiko di masa depan, tetapi juga sudah terjadi saat ini," kata dia.

Menurut dia, survei dilakukan untuk mengukur tingkat kesadaran dan dukungan publik terhadap solusi perubahan iklim, khususnya pengurangan emisi metana yang berkontribusi besar terhadap pemanasan global.

Survei yang mendapat dukungan finansial dari Global Methane Hub ini dilakukan di 17 negara seperti Argentina, Botswana, Brasil, Kolombia, Mesir, Prancis, Jerman, Kazakhstan, Meksiko, Maroko, Oman, Pakistan, Filipina, Afrika Selatan, Inggris Raya, dan Amerika Serikat.

Survei diselenggarakan secara daring dengan mengumpulkan data dari setidaknya 600 orang di setiap negara, dan menanyakan tiap responden pertanyaan terkait isu kunci, mulai dari pendapat terhadap perubahan iklim, kepedulian terhadap lingkungan dan dukungan terhadap aksi iklim, pengetahuan terkait emisi gas metana, serta dukungan terhadap kebijakan yang secara spesifik bertujuan untuk menurunkan emisi gas metana.

Marcelo menjelaskan bahwa Indonesia mencatat tingkat dukungan terbesar terhadap aksi iklim yang berani di antara negara-negara yang disurvei.

"Mereka memahami apa yang dipertaruhkan, dan mereka melihat pengurangan metana sebagai prioritas utama untuk mendinginkan planet ini dengan lebih cepat," ujarnya.

Sebanyak 98 persen responden Indonesia percaya perubahan iklim benar-benar terjadi, dan 81 persen meyakini aktivitas manusia sebagai penyebab utamanya.

Indonesia juga termasuk negara dengan tingkat paparan tinggi terhadap dampak krisis iklim, seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS). Sekitar lima dari sepuluh responden mengaku sudah merasakan langsung dampak perubahan iklim dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat Indonesia juga menilai sektor minyak dan gas, pengelolaan sampah, serta produsen besar produk pertanian sebagai kontributor utama terhadap kerusakan lingkungan.

Lembaga survei menilai bahwa hasil ini mencerminkan momentum kuat dari publik untuk mendorong kebijakan iklim yang lebih progresif. Indonesia, bersama Filipina dan Pakistan, disebut berada di jajaran teratas negara-negara Asia yang dapat memimpin dukungan global dalam pengurangan emisi metana. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Timnas Indonesia Harus Mema...

Jenazah ABK KM Arupadhatu I Dikirim ke Jakarta

43 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Jenazah ABK KM Arupadhatu I...
Megapolitan
Polda Metro Jaya Siapkan Pe...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.