Prestasi Pangan Indonesia: Stok Beras 3,4 Juta Ton Tertinggi Sejak Merdeka

Jumat, 02 Mei 2025, 12:33 WIB

JAKARTA - Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di sektor pangan dengan klaim stok beras nasional yang melimpah, mencapai 3,4 juta ton. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bahkan menyebut angka ini sebagai yang tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, bahkan sejak kemerdekaan Indonesia.

Ket. Foto: Stok beras tertinggi sepanjang sejarah. Indonesia berhasil stok sampai 3,4 juta ton beras. — Sumber: ANTARA/YDS

"Ini adalah pencapaian luar biasa. Stok beras kita saat ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah bangsa ini," tegas Mentan Amran dalam keterangan persnya, Kamis (1/5).

Data dari Perum Bulog per 28 April 2025 juga menunjukkan tren positif. Bulog telah menyerap gabah petani dengan rata-rata 51.530 ton per hari, sehingga total stok beras di gudang Bulog mencapai 3.256.428 ton. Untuk menampung surplus panen, Bulog juga telah menyewa gudang tambahan dengan kapasitas 1,15 juta ton.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati turut mengapresiasi kinerja sektor pertanian yang terus menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dalam peningkatan produksi beras pada periode 2024-2025.

"Kinerja sektor agriculture kita lagi bagus, terutama setelah kita mengalami El Nino beberapa tahun terakhir. Ini prestasi di saat dunia goncang, kalau sektor pangan tenang maka itu adalah modal yang kuat," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita edisi April 2025, Rabu (30/4/2025).

Sri Mulyani menjelaskan bahwa langkah cepat pemerintah melalui Kementerian Pertanian dalam menambah dan mempercepat distribusi subsidi pupuk kepada petani menjadi salah satu kunci keberhasilan peningkatan produktivitas.

"Tahun ini musim tanam berjalan baik, subsidi pupuk dilakukan secara sangat dini, bahkan APBN memberikan subsidi pupuk sehingga bisa terbagikan kepada petani dan dengan reform (pembaruan) di sektor distribusi pupuk yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian sehingga petani bisa mendapat pupuk. Ini yang menyebabkan kenapa banyak panen sangat bagus," jelasnya.

Lebih lanjut, Menkeu juga menyoroti peran Bulog dalam menstabilkan harga panen petani melalui penyerapan gabah dengan harga yang sesuai instruksi Presiden, yakni Rp6.500 per kilogram.

"Kita menginjeksi Bulog sebesar Rp16,6 triliun sehingga pada saat panen Bulog bisa melakukan stabilisasi. Jadi waktu tanamnya pas, pupuknya pas, dan waktu panennya distabilkan," pungkas Sri Mulyani. Keberhasilan ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ketahanan pangan yang kuat di tengah gejolak global.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.