Mayday 2025: Ratusan Ribu Buruh Turun ke Monas, Suarakan Aspirasi

Kamis, 01 Mei 2025, 11:55 WIB

JAKARTA - Hari Buruh Internasional atau Mayday yang jatuh pada hari ini, 1 Mei 2025, diperingati dengan aksi turun ke jalan oleh ratusan ribu buruh dari berbagai daerah. Diperkirakan sekitar 200 ribu buruh dari wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, sebagai pusat peringatan Hari Buruh Sedunia tahun ini.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menjelaskan bahwa massa buruh berkumpul sejak pukul 09.30 WIB hingga 12.30 WIB di Lapangan Monas. Dalam aksinya, mereka menyuarakan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, khususnya kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

“Itu isu utama dalam Mayday yang akan disuarakan dengan sebuah harapan ada respon positif, kebijakan positif dari Bapak Presiden,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin, 28 April 2025.

Selain KSPI, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC) periode 2023–2026, Andi Gani Nena Wea, juga menyerukan agar peringatan Mayday dilakukan dengan tertib dan damai. Ia mengajak para buruh untuk menunjukkan sikap solidaritas dalam menyuarakan perjuangan buruh secara langsung kepada Presiden.

"Seluruh kawan-kawan buruh, marilah kita merayakan Mayday 2025 dengan aman, damai, dan tertib. Kita menyuarakan perjuangan kita di Monumen Nasional bersama Presiden Republik Indonesia, Bapak Jenderal Purnawirawan TNI Prabowo Subianto," kata Andi Gani. 

Untuk menjamin kelancaran aksi dan menjaga ketertiban umum, sebanyak 13.252 personel gabungan dikerahkan dalam pengamanan kegiatan tersebut. Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menjelaskan bahwa kekuatan pengamanan terdiri dari 9.591 personel Polri, 3.385 personel TNI, dan 276 personel dari pemerintah daerah. Ia menekankan pentingnya pengendalian massa agar penyampaian aspirasi dapat berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan keamanan.

“Aksi unjuk rasa oleh kelompok-kelompok tertentu dengan aspirasi spesifik yang memiliki potensi eskalasi jika tidak dikendalikan dengan baik,” ujar Karyoto.

Selain menyampaikan aspirasi, kegiatan Mayday tahun ini juga diwarnai dengan pesta rakyat di area Monas. Rangkaian acara ini menjadi momentum bagi buruh untuk menyatukan kekuatan dan menunjukkan eksistensi perjuangan mereka dalam upaya memperjuangkan hak-hak pekerja di Indonesia secara damai dan konstruktif.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.