BKPM: Investasi Masuk, Industri Lokal Tak Boleh Tinggal Kelas
Kamis, 01 Mei 2025, 19:06 WIBJAKARTA - Investasi merupakan salah satu komponen utama dari Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara. Peningkatan investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi karena investasi menciptakan permintaan, meningkatkan kapasitas produksi, dan meningkatkan daya beli masyarakat.Â
Namun, jika investasi tidak seimbang dengan pertumbuhan tenaga kerja, dapat terjadi pengangguran struktural karena tidak adanya lapangan kerja yang cukup. Selain itu, investasi dapat memperburuk ketimpangan pendapatan jika keuntungan investasi tidak merata dan tidak ada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.Â
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memastikan investasi yang ditanamkan di Indonesia memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan memajukan industri domestik.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (1/5), menyatakan pemerintah berkomitmen memberikan dukungan terhadap investor yang telah berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sehingga bisnisnya bisa terus berkembang.
"Pemerintah hadir untuk memastikan bahwa investasi yang telah ditanamkan benar-benar mendapat dukungan agar berkembang dan berkelanjutan. Kami memberikan perhatian serius kepada para investor yang telah menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian, khususnya di wilayah tempat mereka beroperasi,â ujar Wakil Menteri Todotua.
Menurutnya, hal ini juga merupakan bagian dari strategi pihaknya untuk tidak hanya menarik investasi baru, tetapi memberikan fasilitas dan dukungan penuh kepada investor yang sudah ada, serta telah membuktikan kontribusinya melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan penguatan industri lokal.
Seperti halnya, PT Lenovo Indonesia yang telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi produk-produk terbarunya, yakni Lenovo K14 Gen 3, dan ThinkCentre Neo 50a Gen 5.
"Kami mengapresiasi kolaborasi yang telah dilakukan antara PT Sat Nusapersada dengan Lenovo Indonesia untuk memproduksi dua produk barunya di Indonesia, serta memenuhi regulasi TKDN. Diharapkan kolaborasi ini dapat meningkatkan pemberdayaan industri dalam negeri," katanya.
Disampaikannya, PT Lenovo Indonesia merupakan perusahaan teknologi multinasional yang beroperasi di lebih dari 60 negara dan menjual produknya di sekitar 180 negara.
Lenovo menjual dan memproduksi berbagai barang elektronik di Indonesia, termasuk PC/Notebook, smart home devices dan produk data center. Sejak 2019, PT Lenovo Indonesia telah bermitra dengan PT Sat Nusapersada (Tbk) dalam pengembangan produknya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
RI Ajak Mitra Pakai Mata Uang Sendiri, Biar Transaksi Lebih Praktis
-
Kwarda Jateng Dorong Banyumas Jadi Percontohan Pengembangan Kepramukaan
-
Pertamina Jatimbalinus Tertibkan SPBU Rote Ndao: BBM Diprioritaskan untuk Pengendara.
-
Pemprov Tawarkan Investasi Senilai Rp271 Triliun
-
CFD Cibinong Heboh, Ada Fasilitas Mewah Gratis yang Jadi Incaran Warga, Apa Itu?
-
Skor Demokrasi Jawa Tengah Naik, Kini Masuk 3 Besar Nasional
-
Ayo! Salat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar, Khatibnya Tokoh Terkenal!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.