Goa Halo Tabung Maratua Dioptimalkan Jadi Wisata Edukasi Geologi Unggulan Berau.

Minggu, 19 Jul 2026, 05:10 WIB

Pemerintah Kecamatan Maratua di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, terus mengoptimalkan potensi fenomena alam kawasan karst Goa Halo Tabung sebagai wahana edukasi geologi yang bernilai pengetahuan tinggi bagi wisatawan maupun peneliti.

"Keberadaan gua karst ini tidak hanya sekadar menawarkan keindahan pesona alam semata, tetapi juga difungsikan menjadi laboratorium hidup yang sangat kaya akan nilai edukasi tentang sejarah pembentukan bumi kita," kata Camat Maratua Ashari di Berau, Sabtu.

Ket. Foto: Goa Halo Tabung di Pulau Maratua, Kabupaten Berau menjadi wahana edukasi geologi yang diminati wisatawan mancanegara. — Sumber: Antara Foto

Destinasi wisata eksotis yang terletak di Kampung Payung-Payung tersebut memiliki karakteristik geologis unik berupa bentangan kolam alami memanjang dengan air payau berwarna kebiruan yang selalu jernih.

Ashari mengatakan keajaiban alam ini terbentuk dari pelarutan batu kapur selama ribuan tahun akibat tetesan air hujan yang menyerap karbondioksida dan berubah menjadi asam lemah saat meresap ke dalam tanah.

"Melalui proses pelarutan batuan di sepanjang retakan dan celah tanah secara perlahan tersebut, alam pada akhirnya membentuk sebuah cekungan mengerucut ke bawah hingga mencapai kedalaman sekitar 25 meter," ujar Ashari.

Ekosistem air payau di bagian tengah gua tersebut terbukti bergantung pada dinamika pasang surut air laut yang merembes masuk secara alami melalui jejaring celah bebatuan pesisir pulau.

"Jarak bibir daratan gua dengan laut lepas yang hanya terpaut sekitar 50 meter membuat volume ketersediaan air di dalam kolam selalu terjaga kelestariannya secara alami sepanjang waktu," kata dia.

Asal usul penamaan destinasi yang kerap diselami turis mancanegara itu juga sarat akan kearifan lokal, karena diambil langsung dari bahasa Suku Bajau, dimana kata Halo bermakna laguna dan Tabung merujuk pada jenis ikan kakap atau ikan tompel tangkapan nelayan setempat.

"Penyematan identitas bahasa lokal pada nama situs geologi ini menjadi cara efektif kami untuk terus merawat warisan tradisi lisan serta identitas kebaharian masyarakat pesisir Maratua," ucap Ashari.

Integrasi antara penyampaian literasi sains geologi dan pelestarian budaya lokal tersebut mampu menumbuhkan kesadaran ekologis para pengunjung untuk lebih menjaga kelestarian tata lingkungan perairan daerah.

"Kami sangat berharap setiap wisatawan yang datang tidak cuma berlibur menikmati keindahan airnya, tetapi pulang membawa tambahan wawasan baru tentang betapa pentingnya menjaga ekosistem kawasan karst ini," kata Ashari.

  • Goa Halo Tabung

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.