Djurgarden Bidik Kejutan Bersejarah Hadapi Chelsea di Semifinal Conference League
Rabu, 30 Apr 2025, 12:00 WIBSTOCKHOLM â Djurgarden bersiap menciptakan kejutan besar saat menjamu Chelsea di leg pertama semifinal UEFA Conference League, Jumat (2/6) dini hari WIB. Ini akan menjadi semifinal Eropa pertama klub Swedia dalam 38 tahun terakhir.
Klub asal Stockholm ini mengukir sejarah lewat kemenangan dramatis atas Rapid Vienna di perempat final. Setelah kalah 0-1 di leg pertama, Djurgarden bangkit dengan kemenangan 4-1 di Austria lewat babak tambahan â kemenangan yang disebut pelatih Jani Honkavaara sebagai âluar biasa dan sulit dipercayaâ.
Gol penyama dari pemain muda Jepang Keita Kosugi pada menit ke-77 membawa pertandingan ke perpanjangan waktu, sebelum dua gol Tobias Gulliksen memastikan tiket ke semifinal. âKami percaya dan para pemain percaya. Ini adalah perasaan yang luar biasa,â ujar Honkavaara.
Djurgarden menjadi tim Swedia pertama yang menembus semifinal kompetisi Eropa sejak IFK Gothenburg menjuarai Piala UEFA pada tahun 1987.
Laga melawan raksasa Inggris Chelsea akan menjadi ujian terberat dalam sejarah klub, dengan dua kali juara Eropa itu datang sebagai unggulan mutlak. Namun kepercayaan diri tetap tinggi di kubu tuan rumah.
âSaya belum pernah menghadapi tim sehebat Chelsea. Tapi kami bisa mengalahkan mereka sebagai sebuah tim,â ujar Kosugi.
Sayangnya, Djurgarden dihantam badai cedera. Penyerang Patric Aslund, gelandang Oskar Fallenius, serta mantan gelandang timnas Swedia Albin Ekdal dipastikan absen. Kiper utama Jacob Rinne pun diragukan tampil akibat sakit. âSulit dipercaya kami mungkin harus menghadapi Chelsea hanya dengan 14 pemain,â keluh Honkavaara.
Pertandingan ini menandai puncak kebangkitan Djurgarden â klub yang pernah terjerumus ke kasta kedua dan hampir bangkrut di era 90-an. Bahkan, pada 1985, mereka pernah dibantu striker Inggris Teddy Sheringham yang dipinjam dari Millwall.
Kini mereka menjadi klub mapan dengan sejarah 12 gelar juara Liga Swedia, termasuk tiga kali saat masa keemasan awal 2000-an.
Popularitas mereka pun melonjak. Tiket laga kontra Chelsea di kandang mereka, 3Arena Stockholm, terjual habis hanya dalam 30 menit. âKami bisa menjual 10 kali kapasitas stadion jika memungkinkan,â kata juru bicara klub, Olle Arnell.
Kesuksesan finansial juga ditopang oleh penjualan pemain, seperti Lucas Bergvall ke Tottenham dan Marcus Danielson ke Dalian Professional. Danielson kini kembali dan menjadi andalan di lini belakang sepanjang perjalanan Eropa mereka.
Perjalanan Djurgarden dimulai sejak babak kualifikasi kedua melawan klub Luksemburg, Progres Niederkorn, Juli lalu. Mereka juga menyingkirkan klub dari Wales dan Islandia sebelum mencapai titik ini.
Jika mampu menyingkirkan Chelsea, Djurgarden akan bertemu pemenang antara Real Betis dan Fiorentina di final Conference League yang akan digelar di Wroclaw, Polandia, pada 28 Mei mendatang.
Dari tim yang identik dengan komunitas rave Stockholm, kini mereka punya peluang mencetak sejarah sebagai klub Swedia kedua yang meraih gelar Eropa.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Cuaca di Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Kamis
-
Serena Williams Kembali Menggetarkan Wimbledon, Duel Legenda dan Generasi Baru Jadi Sorotan
-
Perkuat Posisi di Danantara Indonesia, BTN Jalani Kerja Sama Strategis dengan Artajasa
-
Chelsea Ultimatum Manchester City: Bayar 2,5 Triliun Rupiah atau Lupakan Enzo Fernandez
-
Wali Kota Bogor Instruksikan Satpol PP Tertibkan PKL
-
Peringatan HAN 2026, Pemkot Palu Dukung Pemenuhan Hak Anak Binaan LPKA Palu
-
Generasi Muda Diajak Pahami Pentingnya Asuransi Melalui Aktivitas Interaktif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.