Tiongkok dan Filipina Adu Klaim atas Terumbu Karang di LTS

Selasa, 29 Apr 2025, 02:45 WIB

MANILA – Tiongkok dan Filipina pada Senin (28/4) saling membela klaim mereka atas terumbu karang yang disengketakan di Laut Tiongkok Selatan (LTS), setelah Manila menuduh Beijing berusaha mengintimidasi dan melecehkan dengan laporan media pemerintah yang menyatakan bahwa wilayah terumbu karang tersebut telah mereka ­direbut.

Terumbu karang Sandy Cay terletak di dekat Pulau Thitu atau Pag-asa, tempat Filipina menempatkan pasukan dan membangun pangkalan pemantauan penjaga pantai.

Ket. Foto: Sejumlah petugas dari Penjaga Pantai Filipina berpose sambil membentangkan bendera nasional di Sandy Cay di LTS pada Minggu (27/4). — Sumber: AFP/National Task Force on West Philippine Sea

Lembaga penyiaran pemerintah Tiongkok, CCTV, pada Sabtu (26/4) melaporkan bahwa penjaga pantainya telah mengibarkan bendera nasional sebagai bukti bahwa Beijing telah menerapkan kontrol maritim di atas Terumbu Karang Tiexian (Sandy Cay) pada pertengahan April lalu.

Filipina dan Tiongkok telah terlibat dalam konfrontasi selama berbulan-bulan atas LTS, yang diklaim Beijing hampir seluruhnya meskipun ada keputusan internasional yang menyatakan klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum.

“Tidak ada kebenaran sama sekali dalam klaim Penjaga Pantai Tiongkok bahwa gumuk pasir Sandy Cay telah mereka kuasai,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional Filipina, Jonathan Malaya, dalam sebuah konferensi pers pada Senin.

Pada laporannya pada Sabtu, CCTV menerbitkan foto empat petugas penjaga pantainya sedang berpose dengan bendera nasional di permukaan putih terumbu karang tersebut, dalam apa yang ­digambarkan oleh penyiar tersebut sebagai bukti ­kedaulatan atas Sandy Cay.

Dan pada Senin, giliran Penjaga Pantai Filipina merilis fotonya sendiri yang menunjukkan para pelaut Filipina memegang bendera negaranya di atas terumbu karang yang disengketakan selama misi dini hari sehari sebelumnya.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Senin menegaskan kembali bahwa terumbu karang itu merupakan bagian dari wilayah Tiongkok dan mengatakan tindakannya merupakan kegiatan demi perlindungan hak asasi dan penegakan hukum.

Pantang Mundur

Sementara itu seorang analis menyatakan bahwa aksi pengibaran bendera oleh Tiongkok tersebut merupakan langkah perhitungan Beijing untuk menunjukkan kepada Amerika Serikat (AS) dan ­Filipina bahwa mereka memiliki kemampuan untuk membangun kehadiran di mana pun yang mereka inginkan di LTS.

“Ini pun menunjukkan bahwa Beijing pantang mundur dalam menghadapi peningkatan kerja sama antara AS dan Filipina,” komentar William Yang, analis senior untuk Asia Timur Laut di International Crisis Group.

Sementara itu militer Amerika Serikat (AS) dan Filipina saat ini memang sedang melakukan latihan bersama yang menurut Beijing merupakan ancaman bagi stabilitas ­regional.

Terkait latihan militer gabungan AS-Filipina ini, Beijing segera mengerahkan kapal perangnya yang telah terlihat di perairan Filipina sejak latihan bilateral Balikatan yang dimulai pekan lalu, dengan kapal induk Shandong dilaporkan berada dalam jarak 2,23 mil laut (sekitar empat kilometer) dari Pulau Babuyan utara. AFP/RFA/I-1

  • Sandy Cay

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.