- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tiongkok Rebut Terumbu Kar...
Tiongkok Rebut Terumbu Karang dekat Pos Militer Utama Filipina
Senin, 28 Apr 2025, 02:45 WIBBEIJING â Media pemerintah Tiongkok melaporkan bahwa Penjaga Pantai Tiongkok telah menguasai sebuah Âterumbu karang yang disengketakan di dekat pos militer utama Filipina di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Laporan itu telah menambah ketegangan teritorial yang sudah berlangsung lama antara Beijing dengan Manila.
Beijing mengklaim kedaulatan atas hampir seluruh LTS dan telah mengabaikan pernyataan serupa dari negara-negara regional lainnya serta keputusan internasional bahwa klaimnya itu tidak memiliki dasar hukum.
Tiongkok dan Filipina telah terlibat dalam konfrontasi selama berbulan-bulan di perairan yang disengketakan tersebut dan Manila saat ini sedang mengambil bagian dalam latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat (AS) yang dikecam Beijing karena dianggap mengganggu stabilitas.
âPenjaga Pantai Tiongkok telah menerapkan kontrol maritim di atas Terumbu Karang Tiexian, yang juga dikenal sebagai Sandy Cay, pada pertengahan April,â lapor kantor berita CCTV pada Sabtu (26/4).
Gumuk pasir kecil yang merupakan bagian dari Kepulauan Spratly, terletak di dekat Pulau Thitu alias Pulau Pag-asa yang merupakan lokasi fasilitas militer Filipina.
CCTV mengatakan Penjaga Pantai Tiongkok mendarat di Sandy Cay untuk menjalankan kedaulatan dan yurisdiksi atas terumbu karang tersebut, melakukan inspeksi dan mengumpulkan bukti video terkait aktivitas ilegal pihak Filipina.
Dalam laporannya, CCTV juga mempublikasikan foto lima orang berpakaian hitam berdiri di atas terumbu karang tak berpenghuni saat sebuah perahu karet berwarna gelap terombang-ambing di air di dekatnya.
Rekaman lain menunjukkan empat pejabat penjaga pantai berpose dengan bendera nasional di permukaan putih terumbu karang, dalam apa yang CCTV gambarkan sebagai sumpah kedaulatan.
âKelompok penjaga pantai itu juga membersihkan sisa-sisa botol plastik, tongkat kayu, dan puing-puing serta sampah lainnya di terumbu karang,â ungkap CCTV.
Sementara itu Financial Times melaporkan seorang pejabat maritim Filipina yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Penjaga Pantai Tiongkok telah pergi dari Sandy Cay setelah mengibarkan bendera.
âTidak ada tanda-tanda bahwa Tiongkok telah menduduki terumbu karang itu secara permanen atau membangun bangunan di atasnya,â ungkap pejabat itu.
Saling Salahkan
Dalam beberapa bulan terakhir, Beijing dan Manila saling menyalahkan atas apa yang mereka gambarkan sebagai degradasi ekologi pada beberapa bentuk lahan yang disengketakan di LTS.
Kantor berita Xinhua dalam laporannya pada Jumat (25/4) lalu yang mengutip laporan dari kementerian sumber daya alam telah membantah tuduhan Manila bahwa proyek reklamasi lahan Beijing telah merusak lingkungan setempat.
Pasukan Filipina dikerahkan di Pulau Thitu dan Manila telah meresmikan pangkalan pemantauan penjaga pantai di sana pada 2023 dalam upaya untuk melawan apa yang digambarkannya sebagai agresi Tiongkok.
Pada Senin (28/4), militer Filipina dan AS meluncurkan latihan gabungan tahunan selama tiga pekan yang diberi nama Balikatan yang akan mencakup simulasi pertahanan udara dan misil terpadu untuk pertama kalinya.
Beijing mengatakan latihan militer gabungan tersebut akan merusak stabilitas strategis regional dan menuduh Manilatelah berkolusi dengan negara-negara di luar kawasan. AFP/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.