Para Kardinal Membahas Pelaksanaan Konklaf untuk Paus Baru

Senin, 28 Apr 2025, 23:55 WIB
VATIKAN - Para kardinal sedunia bertemu pada hari Senin (28/4), untuk pertama kalinya setelah pemakaman Paus Fransiskus guna membahas kemungkinan tanggal untuk mengadakan konklaf rahasia dan memilih pemimpin Gereja Katolik berikutnya.
Dikutip dari The Straits Times, keputusan apa pun dapat diumumkan sekitar tengah hari (1000 GMT). Sidang konklaf diperkirakan baru akan dimulai pada 6 Mei.
Kapel Sistina abad ke-16, tempat diadakannya konklaf, ditutup untuk wisatawan pada hari Senin untuk memungkinkan persiapan pemungutan suara.
Dua konklaf terakhir, pada tahun 2005 dan 2013, hanya berlangsung selama dua hari. Namun Kardinal Swedia Anders Arborelius mengatakan pada hari Senin bahwa ia memperkirakan konklaf ini akan berlangsung lebih lama, karena banyak kardinal yang ditunjuk oleh Paus Fransiskus belum pernah bertemu sebelumnya.
Fransiskus memprioritaskan pengangkatan kardinal dari tempat-tempat yang belum pernah memilikinya, seperti Myanmar, Haiti, dan Rwanda.
"Kami tidak saling kenal," kata Arborelius, salah satu dari sekitar 135 kardinal berusia di bawah 80 tahun yang akan memasuki konklaf tersebut.
Fransiskus, yang menjabat sebagai Paus sejak 2013, meninggal dunia pada usia 88 tahun pada tanggal 21 April. Upacara pemakamannya pada hari Sabtu dan prosesi melalui Roma menuju tempat pemakamannya di Basilika St. Mary Maggiore menarik perhatian sekitar 400.000 orang.
Kardinal Jerman, Walter Kasper mengatakan kepada surat kabar La Repubblica bahwa curahan hati pelayat untuk Fransiskus menunjukkan bahwa umat Katolik menginginkan paus berikutnya untuk melanjutkan gaya reformasi kepausannya.
Fransiskus, paus pertama dari Amerika Latin, pada dasarnya mencoba membuka Gereja yang selama ini cenderung kaku terhadap perbincangan baru. Ia mengizinkan perdebatan tentang isu-isu seperti penahbisan perempuan sebagai pendeta dan upaya penjangkauan kepada kaum Katolik LGBTQ.
"Umat Tuhan memilih dengan cara meninggalkan tempat itu," kata Kasper, yang berusia 92 tahun dan tidak akan ikut serta dalam konklaf. "Saya yakin bahwa kita harus terus maju mengikuti jejak Fransiskus."
Namun, sekelompok kardinal konservatif pasti akan menentang hal ini dan mencari seorang paus yang menegaskan kembali tradisi dan membatasi visi Fransiskus tentang Gereja yang lebih inklusif.
  • Konklaf

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.