Oposisi Taiwan Ingin Makzulkan Presiden Lai Setelah 20 Mei

Minggu, 27 Apr 2025, 20:10 WIB

TAIPEI - Partai oposisi terbesar Taiwan, Kuomintang, mengatakan akan memulai prosedur untuk memakzulkan Presiden Taiwan Lai Ching-te setelah 20 Mei, satu tahun sejak ia menjabat.

Kampanye pemakzulan tengah memanas di Taiwan, dengan latar belakang perpecahan partisan yang tajam di badan legislatif. Kampanye itu menargetkan total 50 anggota parlemen dari partai yang berkuasa dan oposisi. Parlemen Taiwan yang dikuasai oposisi terdiri dari 113 kursi.

Ket. Foto: — Sumber: NHK

Kejaksaan menyelidiki orang-orang yang terkait dengan Kuomintang dan melaporkan bahwa petisi pemakzulan berisi tanda tangan palsu, misalnya terdapat tanda tangan dari orang yang sudah meninggal.

Kuomintang pada Sabtu (26/4) menggelar unjuk rasa besar-besaran di Taipei untuk menentang penyelidikan tersebut. Pemimpin partai itu, Eric Chu, menuduh Presiden Lai menggunakan lembaga yudisial untuk menyerang Kuomintang dengan cara diktator.

Chu juga menekankan bahwa Lai memecah belah Taiwan, bukan menyatukannya, dan malah menimbulkan permusuhan, ketimbang perdamaian.

Chu mengatakan partainya akan memulai proses pemakzulan di badan legislatif setelah 20 Mei, jika Lai tetap tidak menyesal.

Huang Kuo-chang, ketua partai oposisi terbesar kedua, Partai Rakyat Taiwan, juga bergabung dalam aksi tersebut. Aksi itu menyoroti perpecahan partisan yang tajam di Taiwan. NHK/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.