- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ledakan Besar di Pelabuhan...
Ledakan Besar di Pelabuhan Iran Diduga terkait Pengiriman Bahan Bakar Rudal
Minggu, 27 Apr 2025, 15:00 WIBMUSCAT - Sebuah ledakan besar dan kebakaran mengguncang sebuah pelabuhan di Iran selatan pada Sabtu (26/4), diduga terkait dengan pengiriman bahan kimia yang digunakan untuk membuat propelan rudal. 25 orang tewas dan sekitar 800 lainnya terluka.
Helikopter dan pesawat menyemprotkan air dari udara ke api yang berkobar sepanjang malam hingga Minggu pagi di pelabuhan Shahid Rajaei. Ledakan itu terjadi tepat saat Iran AS bertemu pada Sabtu di Oman untuk putaran ketiga perundingan mengenai program nuklir Teheran.
Tidak seorang pun di Iran secara langsung menyatakan bahwa ledakan itu berasal dari sebuah serangan. Akan tetapi, bahkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang memimpin pembicaraan tersebut, pada hari Rabu mengakui bahwa "dinas keamanan kami dalam keadaan siaga tinggi mengingat adanya contoh-contoh sebelumnya tentang upaya sabotase dan operasi pembunuhan yang dirancang untuk memancing tanggapan yang sah."
Media pemerintah menyampaikan jumlah korban, dan mengatakan pihak berwenang hanya mengidentifikasi 10 korban tewas, termasuk dua wanita.
Koresponden AP Julie Walker melaporkan ledakan mematikan di sebuah pelabuhan di Iran yang terkait dengan pengiriman bahan bakar rudal.
Sementara itu, TV pemerintah melaporkan kebakaran telah terkendali dan akan dipadamkan sepenuhnya pada Minggu malam. Disebutkan pula bahwa aktivitas di pelabuhan telah kembali berjalan, dengan memperlihatkan rekaman kontainer kapal komersial yang sedang dibongkar.
Ada sedikit rincian mengenai apa yang memicu kebakaran di luar Bandar Abbas, yang menyebabkan kontainer lain dilaporkan meledak.
Perusahaan keamanan swasta Ambrey mengatakan pelabuhan tersebut menerima bahan bakar kimia rudal pada bulan Maret. Bahan tersebut merupakan bagian dari pengiriman amonium perklorat dari Tiongkok oleh dua kapal ke Iran, yang pertama kali dilaporkan pada bulan Januari oleh Financial Times.
Bahan kimia yang digunakan untuk membuat propelan padat untuk roket tersebut akan digunakan untuk mengisi kembali persediaan rudal Iran.
âKebakaran itu dilaporkan terjadi akibat penanganan yang tidak tepat terhadap pengiriman bahan bakar padat yang dimaksudkan untuk digunakan dalam rudal balistik Iran,â kata Ambrey.
Data pelacakan kapal yang dianalisis oleh The Associated Press menyebutkan salah satu kapal diyakini membawa bahan kimia di sekitar lokasi pada bulan Maret, seperti yang dikatakan Ambrey. Iran belum mengakui telah menerima kiriman tersebut. Misi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak menanggapi permintaan komentar pada hari Sabtu.
Tidak jelas mengapa Iran tidak memindahkan bahan kimia dari pelabuhan, terutama setelah ledakan Pelabuhan Beirut pada tahun 2020. Ledakan yang disebabkan oleh penyalaan ratusan ton amonium nitrat yang sangat mudah meledak itu menewaskan lebih dari 200 orang dan melukai lebih dari 6.000 orang lainnya. Namun, Israel memang menargetkan lokasi rudal Iran tempat Teheran menggunakan mixer industry untuk membuat bahan bakar padat.
Rekaman media sosial tentang ledakan pada hari Sabtu di Shahid Rajaei memperlihatkan asap berwarna kemerahan mengepul dari api sesaat sebelum ledakan. Hal itu menunjukkan adanya senyawa kimia yang terlibat dalam ledakan tersebut, seperti dalam ledakan di Beirut.
âMundur, mundur! Suruh truk gas jalan!â teriak seorang pria dalam satu video sesaat sebelum ledakan. âSuruh dia jalan, truk itu akan meledak! Ya Tuhan, ini akan meledak! Semua orang harus mengungsi! Mundur! Mundur!â
Pada Sabtu malam, kantor berita milik pemerintah IRNA mengatakan bahwa Administrasi Bea Cukai Iran menyalahkan "tumpukan barang berbahaya dan bahan kimia yang disimpan di area pelabuhan" atas ledakan tersebut, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Foto udara yang dirilis oleh media Iran setelah ledakan menunjukkan kebakaran terjadi di beberapa lokasi di pelabuhan, dan pihak berwenang kemudian memperingatkan tentang polusi udara dari bahan kimia seperti amonia, sulfur dioksida, dan nitrogen dioksida di udara. Sekolah dan kantor di Bandar Abbas juga akan ditutup pada hari Minggu.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.