Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dewan Pakar BPIP, Dubes Djumala: Konferensi Asia Afrika, legacy Indonesia dalam norma politik internasional

📅 Minggu, 27 Apr 2025, 23:33 WIB | Oleh:
Dewan Pakar BPIP, Dubes Djumala: Konferensi Asia Afrika, legacy Indonesia dalam norma politik internasional Doc: Istimewa
Ket. Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Darmansjah Djumala.

JAKARTA - Dewan Pakar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Darmansjah Djumala, mengatakan, Konferensi Asia Afrika merupakan legacy Indonesia dalam norma politik internasional. Menurutnya, Indonesia menggagas KAA karena didorong oleh niat untuk menghimpun persatuan negara-negara yang baru merdeka dan yang masih terjajah di benua Asia dan Afrika.

"Dalam pergaulan internasional, nama Indonesia tercatat dalam sejarah sebagai penggagas sekaligus tuan rumah Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung, pada April 1955. Bandung Spirit (Semangat Bandung) yang berisi 10 prinsip dasar politik luar negeri, yang disebut Dasasila Bandung, menjadi legacy Indonesia dalam norma hubungan politik antara bangsa-bangsa di dunia" ujar Djumala, dalam keterangan resminya, Minggu (27/4).

Dia menjelaskan, situasi dunia saat itu yang masih dihantui oleh Perang Dingin sangat rentan menarik negara-negara berkembang yang baru merdeka untuk masuk ke dalam orbit pengaruh politik dan ideologi super power kala itu, yaitu Blok Barat berhaluan Liberal-Kapitalis yang dipimpin oleh AS dan Blok Tmur berideologi Sosialis-Komunis di bawah pengaruh Uni Soviet. Indonesia berinisiatif untuk mempersatukan negara-negara berkembang dalam menghadapi rivalitas dua blok ideologi super power itu.

"KAA berhasil merumuskan prinsip dasar dalam menghadapi politik internasional saat itu; yaitu menghormati kedaulatan negara, non-intervention terhadap urusan dalam negeri, dan menciptakan perdamaian," jelasnya.

Djumala mengungkapkan, jika ditilik secara normatif, tiga prinsip KAA itu sangat bersesuaian dengan nilai Pancasila, yaitu kemanusian, persatuan dan keadilan sosial. Ketiga prinsip hasil KAA ini kemudian dijadikan dasar oleh lima pemimpin negara berkembang saat itu yaitu Josip Broz Tito, Yugoslavia; Jawaharlal Nehru, India; Gamal Abdel Nasser, Mesir; Sukarno, Indonesia; dan Kwame Nkrumah, Ghana) untuk membentuk Gerakan Non Blok.

"Sebuah gerakan yang melawan kolonialisme, tidak memihak pada kekuatan blok ideologis, penciptaan perdamaian melalui kerjasama antar negara berkembang," katanya.

Dia menunjukkan legacy Indonesia dengan penyelenggaraan KAA itu. Menurutnya, KAA menginspirasi negara-negara terjajah untuk memerdekakan diri dari kolonialisme.

Djumala menyebut, bahwa setelah KAA setidaknya ada 25 negara di Asia dan Afrika yang berhasil melepaskan  dari belenggu penjajahan. Legacy Indonesia dari KAA tidak hanya bisa dilihat dari berhasilnya menginspirasi negara terjajah untuk merdeka saja.

"Tapi yang lebih penting lagi adalah hingga sekarang nilai dan norma yang terkandung dalam Dasasila Bandung masih tetap relevan dengan situasi dunia saat ini, terutama dalam hal prinsip kemerdekaan, kemandirian, kemerdekaan, non-intervention dan perdamaian," terangnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Sekolah Harus Aman dan Nyaman agar Siswa Belajar Tenang

58 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Sekolah Harus Aman dan Nyam...
Advertisement
Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.