Inter Fokus Pertahankan Scudetto di Tengah Jadwal Padat

Jumat, 25 Apr 2025, 08:15 WIB

MILAN – Harapan meraih treble winners Inter Milan resmi pupus. Kekalahan telak 0-3 dari AC Milan di semifinal Coppa Italia, Rabu (23/4), memaksa tim asuhan Simone Inzaghi kembali fokus penuh pada pertahanan gelar Serie A yang makin ketat.

Meski duduk di puncak klasemen dengan poin sama seperti Napoli, Inter hanya unggul selisih gol. Mereka juga harus menghadapi jadwal padat dan kondisi tim yang mulai kelelahan fisik dan mental.

Ket. Foto: Para pemain Inter Milan melambaikan tangan kepada penononton usai laga kontra AC Milan di leg kedua semifinal Coppa Italia, Rabu (23/4). — Sumber: AFP

“Tak bisa dipungkiri para pemain lelah, tapi kami harus terus maju,” ujar Inzaghi seusai laga Derby della Madonnina.

Laga kontra Roma, yang dijadwalkan Minggu (27/4), mundur sehari akibat pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan yang digelar Sabtu. Penundaan ini berarti Inter kehilangan satu hari istirahat sebelum menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions, Rabu depan.

Laporan dari Gazzetta dello Sport menyebut Inter sempat ditawari jadwal Sabtu malam, namun menolaknya karena khawatir akan memicu kontroversi di tengah suasana berkabung nasional.

Kondisi ini memperparah situasi setelah kekalahan menyakitkan 1-2 dari Bologna akhir pekan lalu lewat gol salto Riccardo Orsolini di menit akhir.

Lawan yang akan dihadapi Inter juga bukan sembarangan. AS Roma asuhan Claudio Ranieri belum terkalahkan dalam 17 laga terakhir Serie A dan masih berburu satu tiket terakhir Liga Champions.

Roma kini terpaut hanya tiga poin dari Bologna di posisi keempat, dan termasuk di antara lima tim yang bersaing ketat di papan atas klasemen.

Di sisi lain, Napoli menghadapi lawan yang relatif lebih mudah di sisa musim. Dari lima laga terakhir, hanya satu yang melawan tim dari paruh atas klasemen. Akhir pekan ini, Partenopei akan menjamu Torino yang berada di posisi ke-10.

Namun, suasana internal klub tak harmonis. Pelatih Antonio Conte secara terbuka mengkritik manajemen klub, termasuk kondisi lapangan latihan yang dinilainya memperparah cedera otot David Neres.

“Ini bukan sekadar cedera, tapi akibat kelalaian klub yang tak memperbaiki lapangan di Castel Volturno,” ujar Conte geram.

Neres, pengganti Kvaratskhelia yang hijrah ke PSG Januari lalu, tampil cukup apik musim ini dan kemungkinan absen hingga akhir musim.

Dalam kondisi lini depan yang timpang, Lautaro Martinez kembali menjadi andalan utama. Kapten asal Argentina itu sudah mencetak 14 gol sejak pergantian tahun, dan akan memimpin lini serang saat menghadapi Roma.

Tanpa Marcus Thuram yang masih cedera hamstring, Inter bergantung pada Lautaro yang bakal didampingi oleh striker cadangan seperti Mehdi Taremi atau Marko Arnautovic, yang belum memberi kontribusi signifikan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.