Foto: Perlu Dibentuknya Pusat Studi Agama dan Spiritualitas Era AI

  • Ads

    Foto 1 Foto 2 Foto 3 Foto 4
    📅 Kamis, 24 Apr 2025, 22:18 WIB
    Foto: Perlu Dibentuknya Pusat Studi Agama dan Spiritualitas Era AI

    “Tak satu pun institusi keagamaan, tak satu pun ulama, pendeta, biksu, atau pastur—seberbakat apa pun mereka—dapat menandingi kemampuan Artificial Intelligence dalam membaca jutaan dokumen lintas kitab, lintas iman, lintas madzab, dan lintas abad. Semua itu terjadi dalam hitungan menit, bahkan detik.”Dengan pernyataan itu, Denny JA membuka sesi ketiga Esoterika Fellowship Workshop yang berlangsung pada 23 April 2025.

    20250424220332_1000886438.jpg

    “Tak satu pun institusi keagamaan, tak satu pun ulama, pendeta, biksu, atau pastur—seberbakat apa pun mereka—dapat menandingi kemampuan Artificial Intelligence dalam membaca jutaan dokumen lintas kitab, lintas iman, lintas madzab, dan lintas abad. Semua itu terjadi dalam hitungan menit, bahkan detik.”Dengan pernyataan itu, Denny JA membuka sesi ketiga Esoterika Fellowship Workshop yang berlangsung pada 23 April 2025.

    20250424220332_1000886442.jpg

    Hasilnya bukan sekadar tumpukan informasi, tetapi peluang: peluang untuk menyalakan ulang lentera spiritualitas dengan cara yang lebih inklusif dan universal. Dalam terang perubahan radikal ini, Denny JA mengajukan satu gagasan perlunya dibentuk Pusat Studi Agama dan Spiritualitas Era AI. Ini lembaga interdisipliner yang mengkaji, mengintegrasikan, dan menyebarkan pesan universal hasil olahan AI dari khazanah agama-agama dunia.Hari ketiga workshop ditandai oleh sebuah tonggak penting: kesepakatan kerjasama antara Esoterika Forum Spiritualitas dan sembilan perguruan tinggi lintas tradisi di Indonesia.

    20250424220332_1000886441.jpg

    Dalam sambutannya, Denny JA mengaitkan misi Esoterika dengan refleksi mendalam atas ranking universitas global versi QS World University Ranking. Pada 2025, peringkat ini mencakup 1.500 universitas dari 105 negara. Yang mencuri perhatian adalah National University of Singapore (NUS)—yang kini menempati 10 besar dunia. Namun pada 1950-an hingga 1960-an, NUS justru masih di bawah Universitas Indonesia (UI). Sejarah mencatat bahwa NUS berawal tahun 1905 sebagai sekolah kedokteran kolonial, tak jauh dari UI yang bermula sebagai STOVIA pada 1902.

Berita Foto Terkait

Lihat berita foto lainnya di halaman : Kumpulan Berita Foto
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.