Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Komisi VII DPR Dengarkan Keluhan UMKM Borobudur Imbas Adanya PSN

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 21:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Komisi VII DPR Dengarkan Keluhan UMKM Borobudur Imbas Adanya PSN Doc: ANTARA
Ket. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, bersama para pelaku UMKM terdampak PSN Candi Borobudur di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (24/4/2025).

JAKARTA – Komisi VII DPR RI menggelar audiensi untuk mendengar keluhan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, yang digusur imbas adanya Proyek Strategis Nasional (PSN).

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/4), mengatakan bahwa para UMKM itu tergabung dalam Paguyuban Sentra Kerajinan dan Makanan Borobudur (SKMB) yang terdampak itu terdiri dari 324 UMKM.Menurut dia, mereka tidak dilibatkan dalam pembangunan PSN tersebut.

"Rupanya pada saat adanya proses pendirian sentra UMKM-nya atau sentra suvenirnya itu, mereka tidak dilibatkan, bahkan istilahnya digusur tanpa ada pemberitahuan," kata Saraswati.

Setelah itu, dia mengatakan bahwa para UMKM di Borobudur itu juga diintimidasi dan tidak dilibatkan ketika PSN tersebut sudah rampung. Dari PSN itu, dia mengatakan ada sentra pedagang yang baru dibangun, tetapi tidak menampung UMKM yang sudah tergusur.

Menurut dia, Komisi VII DPR mengutuk keras segala tindakan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang menekan hajat hidup masyarakat kecil.

Untuk itu, Komisi VII DPR RI akan memanggil pihak-pihak yang terkait dengan masalah itu agar pelaku UMKM yang terdampak bisa kembali berpenghasilan. Pihak yang akan dipanggil, salah satunya yakni perusahaan BUMN bernama PT TWC, yang mengelola lokasi Candi Borobudur.

Sementara itu, Ketua Paguyuban SKMB, Muhammad Yulianto, mengatakan bahwa 324 pelaku UMKM itu hingga saat ini belum mendapatkan kios atau lapak untuk berdagang di kawasan Candi Borobudur.

Menurut dia, ada oknum diduga dari pihak pengelola yang meminta agar dirinya membubarkan paguyuban SKMB jika ingin mendapatkan lapak untuk berjualan di sentra UMKM yang baru dibangun dari PSN tersebut.

Dia juga mengungkapkan bahwa oknum yang mengintimidasi tersebut diduga didukung oleh oknum aparat penegak hukum.

Untuk itu, dia pun berharap audiensi pihaknya dengan Komisi VII DPR RI tersebut bisa membuat para UMKM yang tergabung dalam paguyuban itu bisa kembali berjualan di kawasan Borobudur.

Sebab, kata dia, hampir satu tahun lebih ratusan UMKM itu sudah tidak berjualan dan tidak berpenghasilan.

"Kita ingin mandiri, merdeka dalam berjualan, masuk satu blok di situ," kata Yulianto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.