Borobudur Marathon 2025 Gandeng Elite Runners Internasional, Bakal Diikuti Puluhan Ribu Pelari
Kamis, 24 Apr 2025, 16:57 WIBSEMARANG â Persiapan menuju Borobudur Marathon (Bormar) 2025 terus dimatangkan. Ajang lari bergengsi ini akan kembali digelar pada November mendatang dan diperkirakan melibatkan 10.500 pelari, termasuk para elite runners dari berbagai negara, menyusul diperolehnya Elite Label dari World Athletics tahun ini.
Borobudur Marathon bukan sekadar lomba lari. Sejak pertama digelar, ajang ini telah berkembang menjadi simbol sinergi antara olahraga, pariwisata, dan kebudayaan.
Direktur Bisnis Harian Kompas, Lukminto Wibowo, menyampaikan bahwa Bormar kini memasuki tahun ke-9 dan akan menuju satu dekade dengan semangat dan format baru. âTahun ini akan banyak pelari internasional, terutama yang elite, hadir memeriahkan Borobudur Marathon. Ini bukan hanya tentang olahraga, tapi juga kontribusi nyata terhadap perekonomian dan citra positif Jawa Tengah di mata dunia,â ujarnya usai audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kamis (24/4).
Antusiasme masyarakat dalam menyambut Borobudur Marathon terbukti memiliki dampak ekonomi yang signifikan.
Pada 2023, perputaran uang dari event ini mencapai 61,6 miliar rupiah, dan meningkat menjadi 73,9 miliar rupiah pada 2024. âIni bukan hanya lomba, tapi momentum penggerak UMKM, pelestarian budaya, dan penguatan identitas lokal,â ujar Lukminto.
Rute lari tahun ini akan disiapkan dengan konsep berbeda dan koordinasi langsung dengan World Athletics untuk menghadirkan pengalaman baru.
Selain itu, panitia juga menyiapkan sistem manajemen logistik lebih baik, termasuk kantong parkir dan acara pasca-race di kawasan Kampung Seni Borobudur.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi penyelenggaraan Borobudur Marathon yang dinilainya semakin berdampak luas. âIni bukan lagi agenda lokal. Borobudur Marathon adalah event dunia yang membawa manfaat ekonomi, sosial, dan budaya. Kita akan kawal dan dukung penuh agar gelaran ini jadi ikon sport tourism Jawa Tengah,â tegasnya.
Lebih lanjut, Luthfi mengungkapkan bahwa Borobudur akan diposisikan sebagai pusat destinasi aglomerasi wisata. Wilayah sekitarnya, seperti Kopeng, akan turut dikembangkan untuk mendukung ekosistem pariwisata yang terintegrasi.
âBorobudur tidak hanya milik Magelang, tapi milik Jawa Tengah dan bahkan Indonesia. Event ini harus kita kemas agar makin kuat membawa dampak global,â imbuhnya.
Dengan capaian dan antusiasme yang terus meningkat, Borobudur Marathon bukan hanya panggung kompetisi lari, tapi juga panggung dunia yang mengangkat nama Indonesia di mata pelari internasional.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Henri pelupessy
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.