Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Curang Saat UTBK Bisa Kena Sanksi Pidana

📅 Rabu, 23 Apr 2025, 14:42 WIB | Oleh:
Curang Saat UTBK Bisa Kena Sanksi Pidana Doc: Tangkapan layar Panitia SNPMB 2025
Ket. Ilustrasi pelaksanaan UTBK-SNBT 2025

JAKARTA - Peserta yang curang saat Ujian Tes Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2025 bisa kena sanksi pidana. Wakil Ketua Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Muryanto Amin, mengatakan, meski sudah menyiapkan sanksi, pihaknya juga tetap melakukan mitigasi.

"Kalaupun tetap terjadi (kecurangan), sanksinya itu berat. Bahkan sampai ke polisi dan bahkan ada sampai yang dipidana," ujar Muryanto, saat meninjau pelaksanaan UTBK di Jakarta, Rabu (23/4).

Dia menjelaskan, pihaknya sudah mengamati berbagai pola kecurangan mulai dari proses pendaftaran dan persiapan tes. Proses mitigasi kecurangan tidak hanya melalui monitoring dan evaluasi secara langsung, tapi juga melalui teknologi seperti pengawasan dan keamanan server.

"Itu pola-pola kecurangan yang kita lihat dari tahun yang lalu bentuknya, serta kita prediksi, itu sudah kita mitigasi," jelasnya.

Sebagai informasi, UTBK-SNBT 2025 dilaksanakan sampai 3 Mei 2025 di 74 pusat UTBK dan 32 sub pusat UTBK yang tersebar di 9 wilayah, termasuk wilayah 3T. Adapun total peserta sebanyak 860.976 dengan daya tampung UTBK-SNBT sesbanyak 625.000 kursi.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Khairul Munadi, mengatakan, pihaknya telah memperkuat pengawasan berbasis sistem serta Standar Operasionar Prosedur (SOP) UTBK-SNBT. Meski demikian, dia berharap para peserta menerapkan budaya jujur saat ujian.

"Karena apapun sejatinya pendidikan tak hanya masalah lulus ujian, tapi juga bagaimana lulus dari godaan ke curang. Nah ini juga kita sampaikan. Kita sosialisasikan kepada adik-adik sebelum ujian berlangsung," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.