- Home
-
- Luar Negeri
-
- Fransiskus, Paus Pembela K...
Fransiskus, Paus Pembela Kelompok yang Paling Rentan
Selasa, 22 Apr 2025, 09:10 WIBFransiskus tak segan berdialog dengan kaum muda, membahas berbagai isu modern seperti media sosial hingga pornografi, dan terbuka soal kondisi kesehatannya.
VATIKAN â Paus Fransiskus, yang meninggal pada Senin (21/4) di usia 88 tahun, akan dikenang sebagai pemimpin Gereja Katolik yang radikal dan pembela kaum tertindas. Ia membangun wajah GeÂreja yang lebih berbelas kasih, tanpa mengubah dogma yang telah berusia berabad-abad.
Dikutip dari The Straits Times, Paus Fransiskus diÂjuluki sebagai âPaus rakyat.â Pria asal Argentina ini dikeÂnal senang berada di tengah umat, dan populer di kalangan umat Katolik, meskipun sering mendapat tentangan keras dari kalangan tradisionalis di dalam Gereja.
Sebagai Paus pertama dari Amerika dan dari Belahan Bumi Selatan, Fransiskus seÂcara konsisten membela keÂlompok yang paling rentan. Mulai dari para migran hingga komunitas yang terdampak perubahan iklim, yang ia seÂbut sebagai krisis akibat ulah manusia.
Namun, di tengah upayanya untuk membawa pembaruan, penanganan terhadap skandal pelecehan seksual di tubuh Gereja masih dianggap lamban oleh kelompok penyintas, yang menuntut tindakan nyata.
Sejak terpilih pada Maret 2013, Jorge Mario Bergoglio bertekad meninggalkan jeÂjak kuat dalam sejarah GeÂreja Katolik. Ia menjadi Paus pertama yang memilih nama âFransiskus,â terinspirasi oleh Santo Fransiskus dari Assisi, seorang mistikus abad ke-13 yang menanggalkan harta untuk hidup bersama kaum miskin.
âBetapa saya menginginkÂan Gereja yang miskin untuk orang miskin,â ujar Fransiskus hanya tiga hari setelah terpilih sebagai Paus ke-266.
Gaya kepemimpinannya sederhana dan penuh emÂpati. Ia memilih mengenakan jubah polos, menolak tingÂgal di istana kepausan, dan lebih memilih untuk mengangkat telepon sendiriâmenghubungi janda, korban kekerasan, hingga narapidana.
Sebagai mantan Uskup Agung Buenos Aires dan penggemar sepak bola, Paus Fransiskus dikenal mudah diakses. Ia tak segan berdialog dengan kaum muda, membahas berbagai isu modern seperti media sosial hingÂga pornografi, dan terbuka soal kondisi kesehatannya.
Fransiskus juga terbuka dengan kemungkinan penÂsiun, mengikuti jejak Paus Benediktus XVI yang pada 2013 menjadi Paus pertama sejak Abad Pertengahan yang mengundurkan diri. Ketika Paus Benediktus wafat pada Desember 2022, Paus FransisÂkus mencatat sejarah sebagai paus petahana pertama yang memimpin pemakaman Paus lainnya di era modern.
Cium Kaki Tahanan
Sebelum merayakan Paskah pertamanya di Vatikan, Paus Fransiskus membasuh dan mencium kaki para tahanan di sebuah penjara di Roma.
Tindakan tersebut menjadi yang pertama dari serangkaian gestur simbolis kuat yang memÂbantunya meraih kekaguman dunia, sesuatu yang jarang diÂcapai oleh para pendaÂhulunya.
Untuk kunjungan luar negeri pertamanya, ia memilih Pulau Lampedusa di Italia, pintu masuk bagi puluÂhan ribu migran yang berharap bisa mencapai Eropa. Di sana, ia mengecam âglobalisasi ketidakpedulian.â
Paus Fransiskus juga vokal dalam isu-isu internasional, termasuk mengecam rencana Presiden AS Donald Trump di masa jabatan pertamanya unÂtuk membangun tembok perÂbatasan dengan Meksiko, yang disebutnya sebagai tindakan âtidak Kristen.â
Pada 2016, saat krisis miÂgrasi di Eropa memuncak, Paus Fransiskus terbang ke Pulau Lesbos di Yunani dan kembali ke Roma bersama tiga keluarga pengungsi Muslim asal Suriah yang mencari suaka.
Ia juga menunjukkan komitÂmen kuat terhadap rekonsiliasi antaragama. Dalam pertemuan bersejarah pada Februari 2016, ia mencium Patriark Ortodoks Moskow, Kirill. Tiga tahun keÂmudian, ia bersama ulama Sunni terkemuka, Sheikh Ahmed al-Tayeb, menyerukan pentingnya kebebasan beragaÂma di hadapan dunia.
Paus Fransiskus mengÂhidupkan kembali diplomasi Vatikan dengan berbagai cara lain, termasuk membantu memfasilitasi pemulihan hubungan antara Amerika SeriÂkat (AS) dan Kuba, serta menÂdorong proses perdamaian di Kolombia.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Misa Requiem Jelang Pemakaman Paus Berlangsung Sangat Khusuk
-
Martin Scorsese Ungkap Alasan di Balik Dokumenter Paus Fransiskus
-
Foto karya pewarta ANTARA dipamerkan di St Petersburg Rusia
-
Demi Perdamaian, Trump dan Zelensky Bertemu Langsung di Sela-sela Pemakaman Paus Fransiskus
-
Vatikan: Konklaf untuk Pilih Paus Baru Mulai 7 Mei
-
Setelah Paus Fransiskus Dimakamkan, Semua Mata Kini Tertuju pada Konklaf
-
Spekulasi di Balik Absennya Taiwan di Pemakaman Paus: Isyarat Tekanan Tiongkok Jelang Konklaf?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.