UNICEF: 6,3 Juta Orang di Myanmar Butuhkan Bantuan

Senin, 21 Apr 2025, 02:10 WIB

NEW YORK - Dana Anak-anak PBB atau UNICEF mengatakan bahwa saat ini sebanyak 6,3 juta orang diperkirakan sangat membutuhkan bantuan dan perlindungan lebih dari tiga pekan setelah gempa dahsyat melanda Myanmar tengah.

UNICEF mengatakan anak-anak dan perempuan khususnya menghadapi risiko kesehatan yang signifikan akibat panas yang ekstrem, akses terbatas ke air bersih, dan kondisi lainnya.

Ket. Foto: Sejumlah warga di Mandalay berlindung di tenda-tenda sementara yang didirikan di antara puing-puing rumah yang hancur akibat gempa dahsyat pada 28 Maret lalu. Gempa berkekuatan 7,7 skala Richter itu mengakibatkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. — Sumber: AFP/Sai Aung MAIN

“Kekurangan gizi masih menjadi masalah, terutama bagi anak-anak balita serta perempuan hamil dan menyusui,” ungkap UNICEF seperti dilansir kantor berita NHK, Minggu (20/4).

Gempa tanggal 28 Maret berdampak parah di wilayah Sagaing dekat episentrum, kota terbesar kedua di Myanmar, Mandalay, dan lokasi lainnya.

Badan-badan PBB dan kelompok relawan terus melanjutkan upaya bantuan di daerah-daerah terdampak. UNICEF pun menyerukan dukungan berkelanjutan dari masyarakat internasional.

Militer Myanmar mengatakan bencana tersebut telah menewaskan lebih dari 3.700 orang dan lebih dari 120 orang belum ditemukan.

Banyak orang masih tinggal di luar ruang menurut UNICEF telah meningkat kekhawatiran bahwa situasi kesehatan dapat memburuk akibat evakuasi yang berkepanjangan. SB/NHK/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.