Menteri LH Tegaskan Pentingnya Perlindungan Kawasan Karst untuk jaga keseimbangan alam

Senin, 21 Apr 2025, 14:05 WIB

YOGYAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan tentang pentingnya perlindungan kawasan karst dalam kebijakan lingkungan daerah utamanya untuk tetap menjaga keseimbangan alam.

"Bencana banjir yang terjadi akhir Maret 2025 kemarin harus menjadi peringatan. Karst bukan hanya batu - dia menyimpan air, menopang kehidupan, dan mencerminkan keseimbangan alam," kata Hanif dalam siaran pers Humas KLH/BPLH yang diterima di Yogyakarta, Senin (21/4).

Ket. Foto: Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq berkunjung ke Pasar Ekologis Argo Wijil Desa Gari, Gunungkidul, DIY, bekas lokasi tambang yang disulap menjadi pusat ekonomi. — Sumber: Humas KLH/BPLH

Menteri LH telah meninjau pelaksanaan pemulihan lingkungan di kawasan ekosistem karst Gunung Sewu Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menandai komitmen kuat pemerintah dalam mendorong transformasi pengelolaan lahan bekas tambang menjadi ruang hidup dan ekonomi yang berpihak pada masyarakat.

"Masyarakat mencoba mentransformasikan diri dari kegiatan yang eksploitatif terhadap batu gamping menjadi konservasi, tidak gampang merubah hal ini, maka saya sangat mendukung dan menghargai yang telah dilakukan masyarakat di sini dalam menjaga keseimbangan ekosistem," kata Menteri LH itu.

Wilayah karst Gunung Sewu Gunungkidul merupakan kawasan lindung strategis nasional yang luasnya mencapai lebih dari 75.000 hektare. Namun, sejarah panjang aktivitas penambangan batu gamping telah meninggalkan luka ekologis.

Oleh karena itu, melalui pendekatan regeneratif, KLH/BPLH bersama pemerintah daerah dan masyarakat kini menghadirkan solusi pemulihan yang tak hanya fokus pada aspek ekologis, tetapi juga memulihkan martabat dan keberdayaan warga.

"Karst merupakan kawasan yang penting, karena stok karbon dunia, bila terganggu maka berbahaya, karena nilai karbonnya lebih tinggi daripada pohon," kata Menteri Hanif.

Lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Ekologis Argo Wijil di Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul, yang merupakan bekas lokasi tambang aktif dari tahun 1976 hingga 2006 yang kini disulap menjadi pusat ekonomi desa.

Saat ini, pasar yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat tersebut dapat menghidupkan kembali aktivitas ekonomi warga, melibatkan puluhan pedagang lokal yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga dan mantan penambang.

"Kita tidak bisa bicara soal pemulihan lingkungan kalau masyarakat yang tinggal di sekitarnya tidak diberdayakan. Kita juga di sini bukan hanya menanam pohon atau membangun embung, tetapi menanam harapan dan membangun kemandirian," katanya.

  • Menteri Lingkungan Hidup

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.