Bukan Sekadar Kerja Sama: Danantara–Rua Al Madinah Bidik Reformasi Layanan Haji dan Umrah

Rabu, 11 Feb 2026, 17:55 WIB

JAKARTA – Memperkuat ekosistem layanan haji dan umrah bukan sekadar soal kelancaran keberangkatan jamaah, tetapi juga tentang membangun tata kelola yang terintegrasi dari hulu ke hilir—mulai dari pendaftaran, pembiayaan, transportasi, akomodasi, hingga perlindungan jamaah.

Ekosistem yang solid akan meningkatkan kualitas layanan, menekan praktik tidak sehat, serta memperkuat kepercayaan publik.

Ket. Foto: Danantara Indonesia menjajaki kerja sama dengan Rua Al Madinah Holding untuk mengeksplorasi peluang investasi pengembangan proyek Rua Al Madinah dan Dar Al Hijrah di Riyadh, Arab Saudi, Rabu (11/2/2026). — Sumber: Antara/HO/Danantara

Di sisi lain, sektor ini memiliki efek berganda bagi perekonomian nasional melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan UMKM, dan tumbuhnya industri pendukung.

Untuk itu, Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) menjajaki kerja sama strategis dengan Rua Al Madinah Holding, perusahaan di bawah Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, untuk mengeksplorasi peluang investasi pengembangan proyek Rua Al Madinah dan Dar Al Hijrah.

Penandatanganan MoU dilakukan dalam rangkaian PIF Private Sector Forum 2026, yang berlangsung pada 9-10 Februari di Riyadh, Arab Saudi.

Managing Director Finance Danantara Investment Management Djamal Attamimi dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/2), mengatakan penjajakan kerja sama ini merupakan upaya membangun fondasi jangka panjang layanan jemaah haji Indonesia, melalui penguatan ekosistem layanan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan relevan lintas generasi.

Ia menegaskan, bahwa kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan layanan haji Indonesia terus berkembang dengan standar global.

“Kerja sama dengan Rua Al Madinah Holding menjadi bagian penting dari upaya kami membangun fondasi layanan haji jangka panjang. Ini bukan sekadar proyek, tetapi sebuah national endeavor untuk memastikan kualitas layanan jemaah Indonesia terus meningkat, terintegrasi, dan berkelanjutan lintas generasi,” ujar Djamal.

Ia melanjutkan, pengembangan Kompleks Haji secara keseluruhan diarahkan sebagai ekosistem layanan terpadu yang mencakup ibadah, kesehatan, perlindungan, pendampingan, serta dukungan operasional, dengan jemaah sebagai pusat dari setiap perencanaan.

“Kami melihat pengembangan ini sebagai tanggung jawab jangka panjang. Danantara Indonesia hadir sebagai katalisator yang memastikan infrastruktur dan layanan bagi jemaah dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan,” ujar Djamal.

Sementara itu, pihak Rua Al Madinah Holding menyambut baik kolaborasi, sebagai bagian dari upaya memperluas kemitraan investasi internasional, khususnya dalam pengembangan kawasan yang mendukung pengalaman jemaah dan pengunjung Madinah.

Chairman Rua Al Madinah Holding Naif Al Hamdan merasa senang dapat berpartisipasi dalam PIF Private Sector Forum 2026 untuk mendukung pemberdayaan sektor swasta sebagai salah satu pendorong utama pembangunan komprehensif.

“Penandatanganan MoU di Forum ini mencerminkan komitmen kami untuk memperkuat kemitraan strategis, membuka peluang investasi untuk sektor swasta domestik, regional maupun global, serta menjajaki kolaborasi dalam berbagai proyek pengembangan kami,sambil menegaskan kembali peran Forum sebagai platform untuk meluncurkan proyek-proyek nasional besar,” ujar Naif Al Hamdan.

Chief Executive Officer (CEO) Rua Al Madinah Holding Ahmed Al Juhani mengatakan MoU dengan Danantara merupakan langkah penting untuk memperluas kemitraan investasi dan mengeksplorasi peluang kerja sama baru.

Selain itu, juga meningkatkan integrasi antara aspek investasi dan operasional dalam proyek-proyek kami. Kami menantikan kerja sama yang erat untuk mencapai tujuan strategis Rua Al Madinah Holding.

Rua Al Madinah Holding merupakan salah satu perusahaan PIF di sektor pengembangan properti dan investasi, yang sedang mengembangkan berbagai proyek dan investasi yang komprehensif di Madinah, yang bertujuan untuk memudahkan jutaan pengunjung dan memperkaya pengalaman budaya mereka sesuai dengan Program Pengalaman Jemaah Haji (Pilgrims Experience Program).

Bagi Indonesia, kolaborasi ini mencerminkan peran strategis negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia dalam memperkuat kualitas layanan dan infrastruktur jemaah secara jangka panjang.

Danantara menilai kerja sama ini bukan hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga menjadi investasi sosial dan institusional yang akan mendukung keberlanjutan layanan haji Indonesia di masa depan.

“Kepercayaan publik dan jemaah adalah fondasi utama. Karena itu, setiap pengembangan kami arahkan untuk memastikan layanan yang lebih baik, tata kelola yang kuat, serta manfaat nyata bagi jemaah Indonesia dalam jangka panjang,” ujar Djamal.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.