Lima Sorotan Jelang F1 GP Arab Saudi 2025

Jumat, 18 Apr 2025, 09:35 WIB

JEDDAH – Formula 1 kembali hadir akhir pekan ini dalam balapan penuh adrenalin di Sirkuit Jalan Raya Jeddah, Arab Saudi. Ini adalah seri penutup dari triple-header perdana musim 2025, setelah putaran sengit di Jepang dan Bahrain.

Dengan McLaren yang kini jadi favorit baru, Red Bull mencari momen kebangkitan, dan sirkuit jalanan super cepat di tepi Laut Merah, berikut lima topik panas yang wajib kamu tahu sebelum lampu hijau menyala

Ket. Foto: Ilustrasi start Gran Prix Formula 1 — Sumber: AFP

1. McLaren Makin Garang: Duel Panas Piastri vs Norris

Oscar Piastri tampil sempurna di Bahrain akhir pekan lalu, meraih kemenangan ketiganya musim ini dari empat balapan. Ia kini hanya terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen sementara, rekan setimnya sendiri, Lando Norris.

Dengan Red Bull terseok-seok, pertarungan gelar musim ini berpotensi menjadi duel internal McLaren—sebuah skenario yang bisa menguji kebijakan "tidak ada pembalap utama" alias ‘papaya rules’ di tim Inggris tersebut.

Norris menyambut balapan Jeddah dengan optimisme: "Ini sirkuit yang cepat dan kami punya mobil yang kompetitif. Kami ingin menutup triple-header ini dengan hasil maksimal."

2. Red Bull Masih Punya Taji? Verstappen Wajib Bangkit

Setelah hanya finis keenam di Bahrain, Max Verstappen kini turun ke peringkat tiga klasemen dan mulai kehilangan momentum. Juara dunia empat kali itu kalah lebih dari setengah menit dari Piastri dan mengakui mobil Red Bull belum ideal.

Namun Jeddah bisa jadi tempat kebangkitan. Verstappen pernah menang di sini pada 2022 dan 2024, dan menyebut GP Arab Saudi sebagai salah satu favoritnya.

“Kami masih harus banyak bekerja. Tapi ini akhir dari triple-header, jadi kami ingin tutup dengan performa seperti di Jepang (satu-satunya kemenangan musim ini),” ujar Verstappen.

3. Jeddah: Sirkuit Jalan Raya Tercepat dan Penuh Aksi

Balapan kali ini akan berlangsung di salah satu trek paling spektakuler musim ini. Sirkuit Jeddah dikenal sebagai sirkuit jalan raya tercepat dengan 27 tikungan dan 3 zona DRS, menciptakan peluang menyalip yang besar.

Dibandingkan Monaco yang sempit dan minim aksi, Jeddah justru menjanjikan drama, risiko, dan adrenalin tinggi, apalagi dengan dinding-dinding pembatas yang tak memberi ruang untuk kesalahan.

4. Pierre Gasly Akhirnya Pecah Telur, Rayakan Sambil Nonton Golf.

Setelah tiga balapan tanpa poin, Pierre Gasly dan Alpine akhirnya menunjukkan taji. Finis ketujuh di Bahrain, Gasly langsung mencuri perhatian dan merayakannya dengan cara unik: begadang nonton Rory McIlroy juara Masters di Augusta.

“Senang akhirnya bawa pulang poin pertama. Dan lebih senang lagi lihat Rory – investor tim kami – akhirnya pakai jaket hijau itu,” ujar Gasly sambil tertawa.

5. George Russell Panen Pujian, Antonelli Dapat Pelajaran Berharga

Di tengah berbagai masalah teknis di mobil, George Russell tetap tampil solid dan finis kedua di Bahrain. Penampilan tersebut mendapat pujian langsung dari bos Mercedes, Toto Wolff. “Dia tampil luar biasa di bawah tekanan besar. Itu bukti kelasnya," ujar Wolff.

Sementara itu, rekan setimnya, Kimi Antonelli, untuk pertama kalinya gagal meraih poin musim ini. Namun Wolff tetap memberi dukungan, mengingat pembalap muda Italia itu masih di awal karier F1-nya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.