Daripada Evakuasi Warga Palestina, Pakar UGM Sarankan Langkah Berikut

Jumat, 18 Apr 2025, 22:57 WIB

JAKARTA - Pemerintah berencana mengevakuasi warga Palestina. Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) Bidang Geopolitik Timur Tengah, Siti Mutiah Setiawati, mengatakan penerimaan pengungsi dari wilayah perang tidak melanggar prinsip politik luar negeri selama tidak mengganggu keamanan, ketertiban, dan kepentingan masyarakat pada umumnya.

Meski begitu, dia menyarankan beberapa upaya membantu warga Palestina daripada melakukan evakuasi. Menurutnya bahwa bantuan berupa peningkatan kontribusi kepada UNRWA (The United Nations Relief and Works Agency for Palestine in the Near East) akan lebih mudah daripada menerima pengungsi.

Ket. Foto: Universitas Gadjah Mada — Sumber: Istimewa

“Pihak Indonesia bisa lebih meningkatkan kontribusinya untuk UNRWA,” ucap Siti, dalam keterangan resminya, diakses dari laman resmi UGM, Jumat (18/4).

Dia juga menyarankan, pemerintah sebaiknya lebih mendorong Mesir dan Yordania, sebagai negara tetangga untuk bersedia menerima pengungsi dari warga Gaza. Pasalnya, dari segi etnik, budaya, dan bahasa, sedikit memiliki memiliki kemiripan dan kesamaan.

"Bahkan jarak yang dekat antar kedua negara ini secara teknik akan lebih mudah dibandingkan dikirim ke Indonesia," jelasnya.

Siti menyebut, partisipasi Indonesia untuk warga Palestina selama ini sudah ditunjukkan dengan pengiriman bantuan ekonomi, maupun politik. Bantuan politik ini berupa pendekatan diplomasi ke negara-negara Arab atau Timur Tengah lain untuk mengambil peran guna mengatasi masalah yang dialami oleh para warga di Palestina.

“Masalah Palestina bagi negara-negara Arab sudah dianggap sebagai masalah Bersama Arab prinsip ini harus diingatkan kembali, gangguan terhadap salah satu negara Arab merupakan ancaman terhadap semua negara Arab,” terangnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Indonesia siap mengevakuasi sekitar 1.000 warga Palestina dari Gaza, terutama mereka yang terluka, mengalami trauma, dan anak-anak yatim piatu. Evakuasi ini bersifat sementara, dengan tujuan memberikan perlindungan dan perawatan medis di Indonesia hingga situasi di Gaza membaik.

Sementara itu, Kementerian Sosial (Kemensos) akan mempersiapkan tempat untuk mengevakuasi warga palestina. Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengatakan, untuk memulai proses persiapan pihaknya masih menunggu arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

"Kita tentu mendukung apa yang menjadi keputusan presiden. Dan kita persiapkan (tempat evakuasi)," katanya.

Dia menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa tempat untuk evakuasi warga Palestina, salah satunya yaitu berada di Pangkal Pinang. Menurutnya, untuk menangani persoalan ini ada banyak instansi yang siap, termasuk kemensos.

"Salah satunya nanti di Pangkal Pinang. Salah satunya. Tapi kita siap lah. Kita sudah persiapkan jika memang ada arahan dari presiden," ucapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.