Warga luar Jakarta Bisa Akses Faskes

Kamis, 17 Apr 2025, 01:10 WIB

JAKARTA -Jakarta kini memiliki fasilitas kesehatan (faskes). Meski ini milik Pemprov, warga luar Jakarta boleh mengaksesnya. Faskes tersebut berupa layanan telekonsultasi kesehatan jiwa.

“Warga yang berasal dari luar Jakarta termasuk berusia di bawah 15 tahun dan penyandang disabilitas bisa mengakses layanan telekonsultasi kesehatan jiwa milik Pemerintah ProvinsiJakarta,” ujarPelaksana tugasKepala Seksi Kesehatan Usia Produktif dan Lanjut Usia, Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Jakarta, Bonnie Medana Pahlavie, Tabu.

Ket. Foto: Seseorang mengakses layanan kesehatan jiwa di aplikasi JAKI. — Sumber: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa

Namun, ada batasan bagi warga luar Jakarta yakni dalam mengakses layanan rujukan.

Warga yang dapat menerima layanan rujukan ataupun ke fasilitas kesehatanmilik Pemprov Jakarta tentunya adalah warga Jakarta sendiri. Untuk warga di luarJakarta akan kita arahkan ke faskes-faskes yang sesuai dengan domisili penelpon.

Bonnie dalam acara bertema “Teman Curhat Warga Jakarta Melalui Layanan Telekonsultasi Kesehatan Jiwa” yang diadakan Pemprov, mengatakan, bagi anak usia di bawah 15 tahun, maka dibutuhkan pendamping saat mengakses layanan.

“Dengan pendampingan dari orang tua atau walinya, untuk pengambilan keputusannya agar lebih bagus dan lebih maksimal lagi untuk anak yang kurang dari 15 tahun,” ujar dia.

Sementara itu, bagi mereka yang berusia di atas 15 tahun, sambung Bonnie, cenderung sudah dapat bertanggung jawab dengan dirinya sendiri sehingga dapat melakukan telekonsultasi tanpa perlu pendampingan dari orang tua atau wali. Pendampingan juga dibutuhkan bagi pengguna layanan dari kelompok penyandang disabilitas baik fisik, sensorik, maupun mental.

“Tentunya dengan pendampingan dandengan memiliki tilikan-tilikan ataupun reality testing ability yang baik dan dapat berkomunikasi dua arah,” kata Bonnie.

Layanan telekonsultasi kesehatan jiwa dapat diakses melalui aplikasi JAKI. Saat memasuki aplikasi, pengguna masuk ke kategori kesehatan kemudian pilih layanan telekonsultasi. Nantinya, sebuah nomor telepon dihadirkan untuk dapat dihubungi pengguna.

Fitur Utama

Telekonsultasi kesehatan jiwa yang dikembangkan Pemerintah ProvinsiJakarta memiliki fitur utama yang menjadi andalan yakni di bidang pertolongan pertama luka psikologis (P3LP).

“Serupa dengan pertolongan pertama pada kecelakaan, tapi ini adalah lebih kepada luka psikologis,” ujar Bonnie. Dia mengatakan tenaga medis yang menangani layanan ini telah terlatih caranya berempati dan mendengarkan curahan hati pasien-pasien ataupun warga Jakarta yang ingin bercerita mengenai keluh kesahnya.

Fitur lainnya yang juga dihadirkan dalam layanan yakni telekonsultasi dengan psikolog klinis selama 24 jam dan penilaian kesehatan jiwa mandiri. Silakan diisikuesionernya, 29 pertanyaan. Nanti akan keluar rekomendasi dari hasil yang diberikan.

Selain itu, ada media komunikasi, edukasi, dan informasi. Misalnya, dibutuhkan mindfulness program, musik-musik healing, meditasi, itu juga disediakan di layanan telekonsultasi ini.

Ke depan, layanan telekonsultasi kesehatan jiwa yang nomor teleponnya bisa diakses melalui aplikasi JAKI, akan menghadirkan peta lokasi psikolog klinis yang berpraktik di Jakarta. Kemudian, layanan psikofarmaka dan layanan terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta kekerasan terhadap perempuan dan anak (KtPA).

Hadirnya layanan telekonsultasi kesehatan jiwa diharapkan dapat lebih banyak menjangkau warga Jakarta. Ini mengingat adanya keterbatasan pelayanan kesehatan jiwa dari 44 puskesmas dan 31 RSUD milik Pemprov DKI.

Layanan kesehatan jiwa di puskesmas dan RSUD memiliki keterbatasan mulai dari mengambil jadwal antrean. Layananbisa diakses oleh seluruh warga Jakarta tanpa datang ke faskesnya. “Makanya kami hadirkan layanan telekonsultasi kesehatan jiwa,” demikianBonnie.

  • Fasilitas Kesehatan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.