Asean+3 Siap Bertahan di Tengah Guncangan Perdagangan Global
Kamis, 17 Apr 2025, 01:00 WIBJakarta - Kantor Riset Makroekonomi Asean+3 (AMRO) dalam laporan tahunannya, Prospek Ekonomi Regional Asean +3 (AREO) 2025 mengatakan, kawasan Asean+3 siap bertahan menghadapi guncangan perdagangan global menyusul pengumuman tarif besar-besaran oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) pada 2 April.
"Asean+3 telah membuktikan ketahanannya yang luar biasa berkali-kali dalam menghadapi guncangan global. Dalam lanskap perdagangan yang tidak stabil ini, persatuan dan tindakan terkoordinasi akan sangat penting. Tidak ada pemenang dalam perang dagang, tetapi bersama-sama, kita dapat bangkit lebih kuat," kata Kepala Ekonom AMRO Hoe Ee Khor di Jakarta, Rabu (16/4).
Seperti dikutip dari Antara, Hoe menuturkan, pengumuman tarif impor baru AS menandai peningkatan tajam dalam proteksionisme perdagangan dan telah menimbulkan ketidakpastian yang jauh melampaui ekspektasi pasar.
âPengumuman tarif tinggi dan menyeluruh oleh AS, dan perkembangan sejak saat itu, telah menambah lapisan kompleksitas yang signifikan pada prospek kawasan Asean+3,â ujarnya.
Meskipun demikian, lanjut dia, ekonomi Asean+3 saat ini lebih tangguh dan terdiversifikasi daripada selama guncangan global sebelumnya dan berada dalam posisi yang lebih baik untuk menghadapi guncangan tarif yang sedang berlangsung.
Kawasan Asean+3 yang meliputi negara-negara Asean ditambah Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan menghadapi dampak yang tidak proporsional dari langkah-langkah tarif AS. Sebanyak 13 dari 14 negara anggota dikenakan tarif efektif tertinggi dalam pengumuman pada 2 April 2025, dengan rata-rata tertimbang perdagangan diperkirakan sebesar 26 persen tidak termasuk Tiongkok.
Tarif ini tetap tidak menentu dan kemungkinan akan terus berubah dalam beberapa bulan mendatang.
Tarif ini dan ketidakpastian yang ditimbulkan oleh perubahan kebijakan yang terus-menerus diperkirakan akan melemahkan momentum perdagangan, mengganggu rantai pasokan, dan meningkatkan volatilitas pasar keuangan. Namun, prospek regional Asean +3 didukung oleh fundamental yang tangguh.
Ekonomi Regional
Ekonomi Asean+3 memiliki ruang kebijakan yang cukup untuk meredam guncangan jangka pendek. Banyak pemerintah memiliki kapasitas fiskal untuk memberikan dukungan yang ditargetkan kepada sektor-sektor yang rentan dan mempertahankan permintaan domestik.
Bank-bank sentral di kawasan ini memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter mengingat tingkat inflasi yang rendah dan terkendali dengan baik, dan dapat menggunakan instrumen makroprudensial dan fasilitas likuiditas untuk menjaga stabilitas keuangan.
Selama bertahun-tahun, ekonomi regional telah menjadi lebih seimbang, dengan permintaan domestik dan perdagangan intraregional muncul sebagai pendorong utama pertumbuhan.
Selain itu, kawasan Asean+3 sekarang didukung oleh pasar ekspor yang lebih beragam. Pangsa ekspor kawasan ini ke AS telah menurun secara stabil selama bertahun-tahun.
Perdagangan intraregional yang semakin dalam dan pasar domestik yang berkembang pesat telah mengurangi ketergantungan pada satu pasar ekspor.
Kemajuan berkelanjutan dalam integrasi regional dan diversifikasi perdagangan akan semakin memperkuat kemampuan kawasan ini untuk menghadapi turbulensi global.
Saat merespons risiko jangka pendek ini, kawasan ini harus terus berupaya mencapai tujuan pembangunan untuk merevitalisasi pertumbuhan jangka panjangnya yang menurun dan lebih jauh membangun ketahanan terhadap guncangan eksternal.
Kepala Grup AMRO untuk Pengawasan Regional Allen Ng menuturkan bahwa penyegaran kembali reformasi struktural dan peningkatan produktivitas sangat penting untuk membuka potensi pertumbuhan kawasan yang belum dimanfaatkan.
"Mempercepat digitalisasi, merangkul transisi hijau, dan meningkatkan produktivitas, dapat membantu ASEAN+3 mempertahankan pertumbuhan yang tangguh dan berkualitas tinggi," tutur Allen.
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Kota Madiun Jadi Percontohan Program Sekolah Pramutamu
-
Dokter Terkonsentrasi di Tangerang Raya, Gubernur Banten Dorong Pemerataan ke Wilayah Selatan seperti Lebak dan Pandeglang
-
279 Desa di Magelang Terima Bantuan Rp108,3 Miliar untuk Infrastruktur
-
Tingkatkan Konservasi, Tiongkok Kembangkan Sarang Burung Artifisial
-
Harga Emas Dunia Melonjak Lampaui $5.500 per Ons
-
OJK Sambut Baik Jaminan Pemerintah untuk Pinjaman Kopdes Merah Putih
-
Polisi Kerahkan Tim Gabungan Buru Pelaku Penyerangan di Pacitan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.