Daya Beli Tertekan, IKK Mengalami Koreksi Berkelanjutan

Rabu, 16 Apr 2025, 00:00 WIB

JAKARTA - Optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional secara umum terus menunjukkan tren pelemahan sepanjang tahun ini. Meskipun masyarakat masih yakin terhadap prospek perekonomian dalam negeri, tetapi ada tanda-tanda kehati-hatian atau kekhawatiran yang mulai muncul.

Jika tren penurunan berlanjut, bisa memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Mereka cenderung mengerem belanja, terutama untuk barang-barang non-esensial, sehingga pada akhirnya bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Ket. Foto: Prospek Ekonomi l Indeks Keyakinan Konsumen Terus Turun Sejak Januari 2025 — Sumber: antara

Peneliti Ekonomi Celios, Nailul Huda mengungkapkan satu lagi anomali kondisi ekonomi nasional tahun ini. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) semestinya meningkat di bulan yang terkait Ramadan dan Lebaran, tetapi periode tersebut justru menurun.

Menurutnya, anomali ini tidak lepas dari lesunya daya beli masyarakat yang merosot. "Meskipun inflasi terjadi, tetapi memang disebabkan oleh harga bergejolak dan inflasi inti cenderung melemah walaupun tipis," ungkap Huda.

Selain itu, lanjutnya, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) berdampak pada penurunan permintaan rumah tangga. Korban PHK menurunkan ekspektasi konsumsi mereka karena pendapatan mereka berkurang.

Pada saat bersamaan, Huda menilai masyarakat juga dihadapkan pada pengelolaan ekonomi negara yang kurang prudent seperti pengelolaan anggaran dan nilai tukar. “Nilai tukar yang melemah membuat masyarakat kurang optimistis melakukan konsumsi pada Maret 2025. Tentu ini sinyal berbahaya bagi perekonomian kita," jelasnya.

Seperti diketahui, Hasil survei terbaru Bank Indonesia (BI) yang dirilis, Selasa (15/4), mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terus berada dalam tren penurunan sejak awal tahun ini. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Maret 2025 berada pada level optimis sebesar 121,1. Namun, angka tersebut lebih rendah dibandingkan IKK pada Februari 2025 sebesar 126,4 dan catatan pada Januari 2025 sebesar 127,2.

Tetap Terjaga

Meski demikian, menurut BI, IKK masih berada di level optimistis. "Tetap terjaganya keyakinan konsumen pada Maret 2025 ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis (indeks lebih dari sama dengan 100)," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso di Jakarta, Selasa (15/4).

IKE dan IEK masing-masing tercatat sebesar 110,6 dan 131,7, meski lebih rendah apabila dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya yang masing-masing tercatat sebesar 114,2 dan 138,7.

Secara rinci, BI mencatat tetap kuatnya IKE pada Maret 2025 didukung oleh seluruh komponennya, yaitu Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG), dan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), yang masing-masing tercatat sebesar 121,3, 110,2, dan 100,3.

Meski seluruh komponen IKE tersebut berada pada level optimis, tercatat IPSI, IPDG, dan IKLK lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 122,7, 113,7, dan 106,2.

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan, sebagaimana tercermin pada IEK, diprakirakan tetap kuat. BI mencatat, tetap kuatnya IEK bersumber dari seluruh komponennya.

Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP), Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU), dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) pada Maret 2025 masing-masing tercatat sebesar 137,0, 132,2 dan 125,9, meski lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya sebesar 143,3, 138,6, dan 134,2.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.