Dari Workshop Kecil hingga Serap 185 Pekerja, UMKM Batik di Rembang Ini Kini Jadi Inspirasi Kesuksesan Lewat Rumah BUMN SIG

Rabu, 16 Apr 2025, 13:13 WIB

REMBANG - Salah satu kisah sukses datang dari Bella Ayu Paramitha, pemilik Batik Sekar Mulyo di Rembang, Jawa Tengah (Jateng).

Usaha batik tulis yang ia rintis sejak 2009 dengan modal 35 juta rupiah dan lima orang karyawan, kini berkembang menjadi salah satu UMKM unggulan yang mempekerjakan 185 orang dan meraup omzet hingga 100 juta rupiah per bulan.

Ket. Foto: Karyawan Batik Sekar Mulyo memproduksi batik tulis Lasem di workshop Batik Sekar Mulyo, Kampung Batik Babagan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. — Sumber: koran jakarta/henti pelupessy

Perjalanan Bella tak selalu mudah. Namun titik balik terjadi ketika ia bergabung dengan Rumah BUMN (RB) Rembang yang dikelola PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan anak usahanya, PT Semen Gresik.

Melalui pembinaan intensif di RB Rembang, Bella mengasah kemampuan bisnisnya mulai dari branding produk, manajemen keuangan, digital marketing, hingga akses ke marketplace nasional.

“Di RB Rembang, saya merasa didampingi secara penuh. Selain pelatihan, kami dibantu membangun jejaring, memperluas pasar, dan belajar mengelola usaha secara profesional. Ini jadi bekal yang sangat berharga,” tutur Bella.

Kini, Batik Sekar Mulyo tak hanya menjual kain batik, tetapi juga pakaian jadi dengan harga mulai dari 250 ribu hingga 15 juta rupiah.

Yang membanggakan, Bella turut memberdayakan masyarakat sekitar, termasuk lima penyandang disabilitas yang bekerja di workshop, serta 150 pekerja lepas dari berbagai desa seperti Babagan, Tuyuhan, Karaskepoh, Gemblengmulyo, dan Pandan di Kabupaten Rembang.

Kisah Bella menjadi satu dari ratusan UMKM binaan RB Rembang yang mengalami kemajuan signifikan. Sejak beroperasi pada 2020, Rumah BUMN ini telah mendampingi 495 UMKM untuk naik kelas dan menciptakan lapangan kerja bagi 1.869 warga.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengungkapkan apresiasinya atas capaian yang diraih oleh Batik Sekar Mulyo dan pelaku UMKM lainnya.

“Program pendampingan yang dilakukan RB Rembang membuktikan bahwa UMKM lokal bisa berkembang pesat bila dibekali dengan pelatihan yang tepat dan dukungan berkelanjutan. Ini juga menjadi bagian dari kontribusi SIG dalam mendukung pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” jelas Vita.

Ia menambahkan bahwa inisiatif RB Rembang sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam mendorong kewirausahaan, membuka lapangan kerja, dan membangun ekonomi dari desa.

Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, SIG melalui Rumah BUMN Rembang terus menghadirkan solusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Harapannya, lebih banyak lagi Bella-Bella baru yang lahir dan membawa perubahan positif di berbagai daerah Indonesia.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Henri pelupessy

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.