Relaksasi Kebijakan TKDN Butuh Penyeimbang, Riset dan SDM sebagai Pilar Daya Saing
Selasa, 15 Apr 2025, 22:51 WIBJAKARTA â Relaksasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bisa efektif secara jangka pendek untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan investasi, asalkan disertai dengan strategi jangka panjang untuk membangun kapasitas industri dalam negeri. Jika tidak, manfaat jangka pendek bisa dibayar mahal oleh ketergantungan jangka panjang terhadap impor.
Pelonggaran kebijakan TKDN bisa mendorong kelanjutan investasi dan aktivitas ekonomi jika proyek terhambat karena komponen lokal belum tersedia. Namun, jika relaksasi berlangsung terlalu lama, industri dalam negeri bisa tertinggal atau bahkan kalah saing karena tidak ada dorongan untuk berkembang.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menilai rencana kebijakan relaksasi TKDN perlu diimbangi dengan investasi antara lain pada bidang penelitian dan pembangunan (litbang) serta pendidikan.
âKebijakan relaksasi TKDN ini perlu diimbangi dengan langkah-langkah proaktif, untuk membangun pondasi industri yang kuat dan inovatif,â kata Yannes Martinus Pasaribu, Selasa (15/4).
Langkah-langkah konkret dan proaktif tersebut diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi tempat penjahitan berbagai pabrikan otomotif yang memiliki fasilitas produksi di Indonesia.
Yannes berpendapat bahwa pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan industrialisasi yang komprehensif agar industri otomotif memiliki daya saing jangka panjang yang berkelanjutan. Tujuan tersebut dinilai dapat diraih dengan melakukan investasi strategis dalam sektor litbang, pendidikan dan transfer teknologi.
âPadahal kita punya banyak perguruan tinggi teknik yang berkelas dunia dan punya banyak sekali Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan politeknik yang mampu menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dengan teknologi produksi terbaru,â ujar dia.
Pemerintah memberlakukan TKDN minimum 40 persen untuk sebuah produk demi memberdayakan industri dalam negeri agar lebih kuat dan kompetitif.
Penerapan TKDN membawa banyak manfaat. Selain membantu mengurangi ketergantungan pada impor, kebijakan tersebut juga menyerap lebih banyak tenaga kerja, menghemat devisa negara, dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Presiden Prabowo Subianto dalam acara Sarasehan Ekonomi Nasional, Selasa (8/4) meminta menteri menentukan aturan TKDN supaya menjadi lebih fleksibel demi menjaga daya saing sektor perindustrian Indonesia. Dia menilai mekanisme penerapan TKDN bisa diubah, salah satunya dengan pemberian insentif.
Mengenai kekhawatiran pengembangan produk di dalam negeri, Presiden Prabowo menilai hal dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti pengembangan sumber daya manusia terutama pada sisi pendidikan, termasuk di dalamnya ilmu pengetahuan dan teknologi.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Vietnam Evakuasi Warga Sebelum Terjangan Topan Bualoi
-
Anda Suka Keharuman? Ikuti Kiat Pilih Parfum Lokal ala Kreator Kecantikan IniVindy
-
Panpel Siapkan Live Streaming Youtube untuk Kongres Persatuan PWI 2025
-
Kemenperin: Sertifikat TKDN iPhone 17 Telah Terbit
-
Andre Rosiade Sebut Sumbar Ajukan Tambahan 500 Unit Hunian Sementara ke Danantara
-
Kejagung Sita 21 Motor Mewah terkait Kasus Suap Perkara CPO di PN Jakarta Pusat
-
Normalisasi Kali Cakung Lama Siap Dilakukan, Banjir Jakarta Dibidik dari Hulu ke Hilir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.