PSIS Dalam Bahaya, Wajib Sapu Bersih Enam Laga Sisa Liga 1 Bila Tak Ingin Turun Kasta

Selasa, 15 Apr 2025, 10:00 WIB

JAKARTA - Ada apa dengan PSIS Semarang? Musim lalu, tim ini tampil luar biasa, bahkan meramaikan papan atas klasemen. Kini, nasib mereka terbalik 180 derajat. Berada di peringkat ketiga dari bawah dengan hanya 25 poin, hasil dari 6 kemenangan, 7 imbang, dan 15 kekalahan, PSIS kini terjerembab dalam bahaya besar. Ancaman degradasi kini menghantui Laskar Mahesa Jenar, dan langkah mereka menuju Liga 2 semakin dekat.

Krisis keuangan yang melanda tim menjadi salah satu faktor utama penyebab penurunan performa. Beredar kabar bahwa para pemain PSIS belum menerima gaji selama beberapa bulan, dan manajemen klub berencana untuk menjual sahamnya karena utang yang menumpuk hingga mencapai Rp 45 miliar. Situasi ini mengingatkan kita pada masa-masa sulit PSIS pada 1999/2000 setelah mereka menjuarai Liga Indonesia, dan pada 2008/2009, yang berujung pada degradasi. Akankah sejarah terulang?

Ket. Foto: Tim PSIS Semarang LIga 1 Indonesia 2024-2025 — Sumber: Istimewa

Namun, PSIS masih memiliki peluang untuk diselamatkan. Dengan enam laga tersisa, masih ada harapan jika Laskar Mahesa Jenar mampu menyapu bersih seluruh pertandingan yang ada. Enam laga sisa ini akan menjadi penentu apakah mereka bisa bertahan di Liga 1. Dimulai dengan pertandingan tandang melawan Semen Padang pada 17 April 2025, lalu menghadapi Borneo FC di kandang pada 25 April 2025. Setelah itu, PSIS akan melawat ke markas Bali United pada 1 Mei 2025, diikuti dengan menjamu PSS Sleman pada 9 Mei 2025. Pertandingan berikutnya adalah tandang ke Malut United pada 16 Mei 2025, dan ditutup dengan laga kandang melawan Barito Putera pada 24 Mei 2025.

Secara matematis, PSIS harus meraih minimal 15 poin dari enam pertandingan sisa untuk menjamin kelangsungan mereka di Liga 1. Apakah mereka bisa melakukannya? Meskipun demikian, kekuatan tim PSIS semakin berkurang dengan hengkangnya bek Roger Bonet (Ruxi) dan striker Evandro Brandao, yang mundur karena gajinya belum dibayarkan selama empat bulan. Hal ini tentunya menambah beban di pundak tim yang sudah terpuruk.

Kini, seluruh harapan PSIS tertumpu pada laga-laga penentu ini. Waktu semakin sempit, dan jika tidak ada perubahan signifikan, ancaman degradasi bisa menjadi kenyataan bagi Laskar Mahesa Jenar. Apakah PSIS bisa bangkit dan menghindari jurang degradasi? Semua mata kini tertuju pada perjuangan mereka di sisa musim ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.