Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

MBG Bisa Serap 1,5 Juta Lapangan Kerja

📅 Selasa, 15 Apr 2025, 23:51 WIB | Oleh:
MBG Bisa Serap 1,5 Juta Lapangan Kerja Doc: Istimewa
Ket. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dan Menteri Ketenagakerjaan Yasierli dalam penandatanganan MoU terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, Selasa (15/4).

JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diperkirakan mampu menyerap atau menciptakan 1,5 juta lapangan pekerja langsung di sektor penyediaan makanan bergizi. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengatakan, MBG merupakan program investasi SDM terbesar pemerintah yang memerlukan dukungan tenaga kerja yang massif.

"Dengan target 30 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia, MBG diperkirakan mampu menyerap atau menciptakan 1,5 juta lapangan pekerja," ujar Dadan saat penandatanganan MoU dengan Kementerian Ketenagakerjaan, di Jakarta, Selasa (15/4).

Dia menjelaskan, setiap SPPG terdiri dari tiga pegawai badan fungsional yakni kepala satuan pelayanan (satpel) pemenuhan gizi, ahli gizi dan ahli akuntansi. Selain itu, terdapat para relawan yang bertugas memasak, memotong, membersihkan dengan total yang bekerja langsung 50 orang.

"Hingga bulan April 2025 ini, sudah ada 1.072, artinya sudah ada 1.072 kepala SPPG, 1072 ahli gizi, 1072 ahli akuntansi yang sudah beroperasi," jelasnya.

Dadan menambahkan keberadaan SPPG di seluruh Indonesia juga mampu menciptakan 15 wirausaha baru di sektor pangan. Mulai dari pemasok daging, telur, aneka buah-buhan, sayur, tepung, dan susu. Termasuk pengelola minyak jelantah dan limbah/sampah organik.

"Dampak MBG ini banyak ibu rumahtangga (40-45 tahun) yang sebelumnya tak berpenghasilan kini bisa memperoleh gaji Rp2juta per bulan dengan bekerja di SPPG, " katanya.

Menteri Ketenagakerjaan Yasierli menyatakan, Program MBG berpotensi menyarap banyak tenaga kerja. Pihaknya berkomitmen penuh mewujudkan hal tersebut melalui berbagai fasilitas yang dapat dioptimalkan dan difungsikan sebagai pusat edukasi SPPG.

Dia yakin MBG bakal berjalan sukses apabila didukung oleh personal yang memiliki kompetensi standar," jelasnya. Dia berharap, sinergi tersebut dapat memperkuat agenda pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif, responsif terhadap isu gizi, serta mendukung terciptanya tenaga kerja sehat, produktif, dan kompetitif.

"Kemnaker memiliki fasilitas balai-balai yang dapat mensupport pelatihan dan sertifikasi tenaga-tenaga yang terlibat," ucapnya.

Kementerian Ketenagakerjaan menjalin kerja sama dengan BGN dalam upaya keikutsertaannya menyukseskan program BGN. Ruang lingkup dalam Kesepahaman Bersama yang disepakati di Gedung Kementerian Ketenagakerjaan tersebut berupa peningkatan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dukungan dan pemanfaatan sarana dan prasarana serta berbagi pakai data (interoperabilitas) dan pemanfaatan informasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.