Pemerintah Prediksikan Kopdes Merah Putih Raup Rp2.000 Triliun dalam Dua Tahun, Yakin?
Senin, 14 Apr 2025, 18:28 WIBJAKARTA - Kecepatan balik modal koperasi sangat bergantung pada beberapa faktor, jadi tidak ada angka pasti yang berlaku untuk semua koperasi. Namun, secara umum, koperasi bisa balik modal dalam 1â5 tahun, tergantung jenis usaha dan pengelolaannya.
Beberapa faktor yang mempengaruhi cepat atau lambatnya balik modal, meliputi jenis usaha koperasi; modal awal dan skala usaha; jumlah dan loyalitas anggota; manajemen dan efisiensi operasional; dan kondisi pasar dan pesaing.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono mengatakan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (Kopdes) diproyeksikan bisa balik modal hingga empat kali lipat atau sebesar Rp2.000 triliun dalam dua tahun.
Ferry menyebut Pemerintah memberikan anggaran Kopdes sebesar Rp400 triliun, untuk 80 ribu koperasi, di mana masing-masing memperoleh Rp5 miliar.
"Dimodali awal segitu, itu bisa me-leverage kalau bisa sampai 4 kalinya. Jadi kalau Rp400 triliun ini, dimodalin Koperasi Desa-nya, kemudian bisa me-leverage, tentu harapannya setahun, dua tahun dari Rp400 triliun modal yang dikucurkan untuk Koperasi Desa ini, bisa-bisa jadi Rp2.000 triliun," ujar Ferry di Jakarta, Senin (14/4).
Wamenkop menjelaskan, kucuran dana yang diberikan oleh Pemerintah akan digunakan untuk memfasilitasi berbagai kegiatan, salah satunya adalah pengadaan gudang.
Gudang-gudang tersebut nantinya bertindak sebagai offtaker untuk hasil-hasil produk pertanian secara umum dari desa tersebut.
Selain itu, Koperasi Desa juga akan mendapatkan penghasilan dari toko dan gerai seperti apotik, klinik desa, penyediaan logistik, simpan pinjam dan sebagainya.
"Harapannya, 1-2 tahun lah dari Rp400 triliun yang dikucurkan itu, bisa di-leverage menjadi Rp2.000 triliun," katanya.
Namun demikian, Ferry mengatakan pendapatan tersebut tentunya akan didapat secara bertahap. Menurutnya, saat ini Koperasi Desa masih dalam tahap pengembangan.
Lebih lanjut, kata Ferry, dibutuhkan pelatihan khusus atau managerial koperasi untuk memperkuat sistem.
"Insya Allah bisa, ya ini kan perlu proses jadi ya tentu kita harus sabar, menata, kemudian hasilnya pun juga mungkin tahun dua tahun yang akan datang," imbuh Ferry.
Sebelumnya, Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi meyakini bahwa Koperasi Desa Merah Putih memiliki potensi perputaran uang hingga mencapai Rp2.000 triliun, yang diyakini dapat memperkuat ekonomi lokal serta pemberdayaan masyarakat desa.
Dalam acara "Ramadhan Delight Market" di Jakarta, Rabu (19/3), Menkop menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan penghitungan terkait potensi perputaran uang dari pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menkop menjelaskan, apabila setiap koperasi desa mendapat anggaran sebesar Rp7 miliar, lalu ketika dihitung secara keseluruhan untuk 70 ribu desa, maka perputaran uang di seluruh Indonesia bisa mencapai Rp490 triliun.
Angka perputaran uang itu baru mencakup sektor konsumsi, dan jika desa tersebut bergerak di sektor produksi, potensi perputaran uang bisa meningkat 2 hingga 3 kali lipat, mencapai Rp1.500 triliun bahkan Rp2.000 triliun.
- Koperasi Merah Putih
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Koperasi Merah Putih di Jawa Timur
-
Pemkab Soppeng dan Maros Komitmen Kawal Koperasi Merah Putih
-
Pendampingan operasional Koperasi Merah Putih di Sultra
-
Panglima TNI Dampingi Presiden RI Luncurkan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih
-
Pulau Kecil, Gaung Besar: Kongsi Jadi Primadona di Course Internasional
-
Koperasi Merah Putih Berisiko Tinggi Jadi Ladang Korupsi Baru
-
Bank Mandiri Komitmen Bangun Ekonomi Desa Lewat Dukungan terhadap Koperasi Merah Putih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.