Pemprov DKI dan BNN Perkuat Sinergi Tangani Narkoba di Jakarta

Jumat, 11 Apr 2025, 16:05 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menerima kunjungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (11/4). Pertemuan tersebut membahas kerja sama strategis dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah ibu kota.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Pramono menyampaikan komitmen penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mendukung berbagai program BNN, baik pusat maupun daerah.

Ket. Foto: Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo dan Kepala BNN RI, Marthinus Hukom — Sumber: istimewa

“Kami memberikan dukungan sepenuhnya terhadap segala upaya yang dilakukan oleh BNN, baik pusat maupun daerah Jakarta. Beberapa hal yang menjadi topik pembahasan antara lain upaya preventif dan penanganan lanjutan bagi korban narkoba,” ujarnya.

Gubernur Pramono menekankan perlunya sinergi antarlembaga, termasuk peran serta masyarakat dan keterlibatan generasi muda. Ia menyebut bahwa permasalahan narkoba tidak bisa ditangani secara parsial, melainkan harus holistik dan kolaboratif. Pemerintah daerah juga siap menyediakan fasilitas rehabilitasi bagi para pengguna, terutama dari kalangan yang kurang mampu.

Ia mengungkapkan bahwa puskesmas di Jakarta akan difungsikan sebagai tempat rehabilitasi rawat jalan bagi para pengguna narkoba.

“Kami akan memanfaatkan Puskesmas untuk membantu proses rehabilitasi, khususnya rawat jalan. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara Dinas Kesehatan DKI Jakarta dengan BNN pusat dan daerah,” tambahnya.

Langkah preventif juga menjadi sorotan dalam diskusi ini. Pramono menegaskan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap deteksi dini dan penegakan hukum di wilayah-wilayah rawan peredaran narkoba di Jakarta.

“Penegakan hukum juga sangat penting. Saya telah menyampaikan kepada Kepala BNN dan jajarannya bahwa apabila diperlukan tindakan hukum di Jakarta, kami akan memberikan dukungan penuh untuk pelaksanaannya,” tegas Pramono.

Di sisi lain, Kepala BNN RI, Marthinus Hukom, menjelaskan bahwa terdapat tiga titik fokus penanganan narkoba di Jakarta, yakni Kelurahan Bahari, Kampung Kiapang (Boncos), dan Kompleks Permata (Kampung Ambon). Ia menyoroti perlunya pemisahan antara para pengguna dan para bandar untuk memutus mata rantai ketergantungan.

“Karena tentu saja, dalam peredaran narkoba ada unsur ekonomi yang membuat masyarakat dan para bandar saling bergantung. Maka dari itu, kita pisahkan terlebih dahulu, lalu para korban kita rehabilitasi, dan pengedarnya kita tangkap,” jelas Marthinus.

Marthinus menegaskan bahwa pendekatan terhadap pengguna narkoba harus bersifat humanis dan menyeluruh, mencakup aspek pencegahan, penyembuhan, serta deteksi dini.

“Oleh karena itu, kita akan memperkuat pendekatan intelijen yang melampaui penegakan hukum. Penegakan hukum tetap akan kita jalankan untuk menangkap para bandar dan memisahkan mereka dari para pengguna,” pungkasnya.

Pertemuan antara Pemprov DKI Jakarta dan BNN ini menjadi titik penting dalam memperkuat strategi bersama dalam menangani permasalahan narkoba yang kompleks dan multidimensi di ibu kota. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia dalam menghadapi tantangan yang sama.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.