Dua Ganda Putra Indonesia Siap Bersaing di Perempat Final BAC 2025
Jumat, 11 Apr 2025, 09:45 WIBJAKARTA - Dua pasangan ganda putra Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin dan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, akan menghadapi tantangan berbeda pada babak perempat final Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2025 yang digelar di Ningbo Olympic Sports Center Gymnasium, Jumat (11/4).
Fikri/Daniel akan berhadapan dengan unggulan kedua sekaligus pasangan tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang. Meski pernah mengalahkan duet peringkat dua dunia tersebut, Fikri/Daniel enggan jemawa dan tetap menaruh respek terhadap kekuatan lawan.
âBesok bertemu Liang Wei Keng/Wang Chang, minimal kami harus menampilkan permainan seperti tadi. Tidak mudah, tapi kami yakin ada peluang,â ujar Fikri dalam keterangan tertulis, Kamis (10/4).
Kepercayaan diri Fikri/Daniel sedang tinggi usai menyingkirkan unggulan kelima asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, lewat pertarungan tiga gim: 18-21, 21-17, 21-15.
âPuji Tuhan, kami bersyukur bisa memanfaatkan momentum di akhir-akhir gim. Semangat tidak mau kalahnya terus kami tunjukkan,â ucap Daniel.
Daniel menyoroti konsistensi performa mereka musim ini, terutama saat menghadapi Seo Seung Jae, meskipun kali ini berpasangan dengan pemain berbeda. âIni kali kedua tahun ini kami bisa kalahkan Seo Seung Jae. Kalau kami bisa jaga fokus, pasti bisa. Tidak ada yang tidak mungkin.â
Kemenangan Fikri/Daniel tidak lepas dari komunikasi yang baik dan kerja sama solid di lapangan. Setelah kehilangan gim pertama, mereka mampu bangkit dengan lebih tenang dan efisien.
âKami saling support, saling komunikasi tentang kelebihan dan kekurangan lawan. Itu sangat membantu. Kami juga tidak mau menyerah begitu saja. Walau kalah di gim pertama, pertandingan belum selesai,â ujar Fikri.
Sementara itu, pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana juga memastikan tiket perempat final usai mengalahkan pasangan Taiwan, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan, dengan skor 21-11, 19-21, 21-11.
âHari ini alhamdulillah bisa lolos ke babak delapan besar, tapi kami harus tetap berbenah. Kami tidak mau cepat puas,â kata Leo.
Leo menyebut lawan sempat menunjukkan permainan apik, namun kesalahan sendiri dari pasangan Taiwan memberi keuntungan bagi mereka. âBeberapa momen mereka harusnya bisa ambil poin, tapi malah mati sendiri. Itu jadi keuntungan buat kami.â
Bagas menambahkan bahwa kebangkitan terjadi usai kehilangan gim kedua. Evaluasi strategi dan analisis video lawan sebelumnya menjadi bekal penting.
âSetelah kehilangan gim kedua, kami coba lebih yakin. Kami juga sebelumnya sempat tonton ulang video permainan mereka, untuk menyegarkan ingatan dan memperkuat pola kami,â jelas Bagas.
Di babak delapan besar, Leo/Bagas akan menghadapi pasangan Taiwan lainnya, Liu Kuang-heng/Yang Po-han, yang membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan kedelapan asal Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, lewat laga ketat 21-12, 16-21, 21-18.
Leo menyebut kondisi teknis lapangan bisa menjadi faktor penentu. âDengan kondisi shuttlecock yang cukup berat, calon lawan sangat masuk polanya. Ini yang harus diantisipasi,â kata Leo.
Kedua wakil Indonesia ini diharapkan mampu menjaga fokus dan membaca pola permainan lawan dengan baik demi membuka jalan menuju semifinal BAC 2025.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.