Penanaman pohon Bodhi untuk jaga keseimbangan ekologis tempat suci di Badung

Kamis, 10 Apr 2025, 22:20 WIB

Badung -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali, melakukan penanaman pohon Bodhi (Ficus religiosa) sebagai gerakan yang berfokus pada upaya menjaga keseimbangan ekologis di kawasan suci.

“Penanaman ini merupakan bentuk komitmen kami terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan hubungan harmonis antara manusia dan alam sebagai bagian dari Tri Hita Karana,” ujar Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam keterangan yang diterima di Mangupura, Kamis.

Ket. Foto: Penanaman pohon Bodhi (Ficus Religiosa) di Badung. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Badung

Ia mengatakan penanaman pohon Bodhi yang telah dilakukan secara serentak di tiga pura di kawasan Pecatu, Kapal, dan Pelaga, itu merupakan upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat kesakralan pura sebagai titik keseimbangan antara manusia, alam, beserta kekuatannya.

Menurut dia, pohon Bodhi dikenal sebagai pohon yang memberi keteduhan, menyerap karbon, dan berperan penting dalam konservasi air dan tanah.

“Selain itu pohon Bodhi juga memiliki nilai filosofis yang mendalam yang kehadirannya di lingkungan pura diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis kawasan suci serta menciptakan ruang yang asri dan menyejukkan,” katanya.

Bupati Adi Arnawa menambahkan kawasan suci di Badung tidak hanya dijaga dari aspek religius, tetapi juga dilestarikan secara ekologis.

Oleh karena itu pihaknya memilih Pura Wimukti, Pura Sada, dan Pura Penataran Agung Pucak Mangu, sebagai lokasi penanaman pohon Bodhi yang diawali dengan persembahyangan sebagai bentuk penghormatan terhadap kekuatan alam semesta.

“Kami berharap pohon-pohon yang ditanam akan tumbuh menjadi simbol keteduhan, perlindungan yang berkelanjutan bagi pemerintah dan masyarakat,” ucapnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.