AS dan Russia Fokus Operasikan Kembali Kedubes Mereka

Kamis, 10 Apr 2025, 01:10 WIB

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi pembicaraan bilateral putaran kedua antara Moskow dan Washington akan berlangsung di kota metropolitan Turki, Istanbul, pada Kamis (10/4).

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce dalam konferensi pers, Selasa (8/4) mengatakan delegasi AS dan Russia akan bertemu untuk kedua kalinya di Istanbul, sebagai upaya untuk membuat kemajuan dalam menstabilkan operasi misi bilateral kedua negara lebih lanjut.

Ket. Foto: Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce. — Sumber: Brendan SMIALOWSKI/AFP

Bruce mengatakan bahwa tidak ada masalah politik atau keamanan dalam agenda tersebut, sembari menekankan bahwa masalah yang terkait dengan Ukraina sama sekali tidak ada dalam agenda pertemuan.

“Pembicaraan ini hanya difokuskan pada operasi kedutaan kami, bukan pada normalisasi hubungan bilateral secara keseluruhan,” katanya.

Pada 27 Februari, delegasi Russia dan AS telah bertemu di kediaman konsul jenderal AS di Istanbul untuk membahas operasi kedutaan masing-masing sebagai bagian dari upaya normalisasi hubungan bilateral.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Russia Sergey Lavrov mengatakan Presiden Vladimir Putin meminta dia dan Menteri Pertahanan Andrey Belousov untuk memberikan pengarahan tentang kemajuan pembahasan dengan AS mengenai masalah Ukraina.

Lavrov menekankan bahwa Russia dan AS saat ini berfokus pada tiga topik, yaitu menemukan solusi untuk konflik di Ukraina yang sekarang sedang menjalani moratorium serangan yang menargetkan infrastruktur energi, pemulihan Inisiatif Gandum Laut Hitam, dan penghapusan "hal-hal yang mengganggu" dalam hubungan bilateral.

Menurut Lavrov, "hal-hal yang mengganggu" itu secara signifikan menghambat fungsi Kedutaan Besar Russia di Washington dan Kedutaan Besar AS di Moskow.

“Pertemuan (pertama) telah berlangsung di Istanbul, dan sekarang pertemuan kedua sedang dipersiapkan. Sementara itu, komunikasi terus berlanjut melalui panggilan telepon dan konferensi video,” katanya.

Lavrov menyoroti bahwa "masalah kedutaan" bermula dari pemerintahan Presiden Barack Obama pada 2009-2017, tepat sebelum masa jabatan pertama pemerintahan Trump.

“Saya menahan diri untuk tidak membuat prediksi, kemajuan nyata telah dicapai, yang mencerminkan tekad mitra kami dari Amerika untuk menghilangkan hambatan yang sama sekali tidak dapat diterima terhadap kelancaran operasi diplomasi di ibu kota masing-masing,” katanya seperti dikutip dari Antara.

Menurut Lavrov, Menteri Pertahanan Belousov menyampaikan fakta-fakta kepada Dewan Keamanan Russia yang mengonfirmasi pelanggaran Ukraina terhadap penundaan sementara serangan terhadap infrastruktur energi yang dideklarasikan oleh Russia dan Ukraina setelah panggilan telepon Putin pada 18 Maret dengan Presiden AS Donald Trump.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

Yili Tebarkan Keceriaan HUT RI ke-81 kepada 2.000 Anak di Lima Rusun

Gokuniku Resmi Buka di Jakarta, Hadirkan “Japan’s Ultimate Meat Experience”

Pendakian Gunung Sindoro, KPALH Gandawesi Bawa Pesan Jaga Alam.

Lansia Terdampak Gempa Manggarai Jadi Perhatian, Khofifah Dorong Pendampingan Psikososial.

Pemprov DKI Boyong 23 UMKM Binaan ke Pameran CISMEF 2026 di Guangzhou Tiongkok

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.