- Home
-
- Luar Negeri
-
- Mulai 2 Mei, Trump Naikkan...
Mulai 2 Mei, Trump Naikkan Tarif Tiga Kali Lipat untuk Paket Kecil dari Tiongkok dan Hong Kong
Rabu, 09 Apr 2025, 16:37 WIBHONG KONG - Berdasarkan perintah eksekutif Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ditandatangani pada hari Selasa (8/4), paket bernilai rendah dari Tiongkok dan Hong Kong akan dikenakan tarif bea masuk sebesar 90 persen dari nilainya atau 75 dolar AS per item pada tanggal 2 Mei. Tarif bea masuk tetap akan naik menjadi 150 dolar AS pada tanggal 2 Juni.
Dari Hong Kong Free Press, Trump telah menaikkan tarif yang direncanakan pada paket kecil yang datang dari Tiongkok dan Hong Kong hingga 90 persen, tiga kali lipat dari tarif yang diumumkannya seminggu yang lalu, di tengah meningkatnya perang dagang dengan Beijing.
Minggu lalu, Trump mengumumkan AS akan mengakhiri pengecualian bebas bea untuk pengiriman senilai 800 dolar AS atau kurang dari Tiongkok dan Hong Kong pada tanggal 2 Mei, mengenakan tarif bea sebesar 30 persen dari nilainya atau 25 dolar AS Â per item , dan naik menjadi 50 dolar AS per item setelah tanggal 1 Juni.
Presiden AS menandatangani perintah eksekutif pada hari Selasa yang menaikkan tarif tiga kali lipat, menjadi 90 persen dari nilai pengiriman atau 75 dolar AS per item, yang berlaku mulai tanggal 2 Mei. Mulai tanggal 1 Juni, tarif tersebut akan meningkat menjadi 150 dolar AS per item.
Langkah tersebut, yang akan menutup pengecualian âde minimisâ di AS, diperkirakan akan sangat mengganggu operasi pengecer e-commerce Tiongkok Shein dan Temu , yang selama ini populer karena produk-produk berbiaya rendah.
Hal ini juga akan semakin mengintensifkan perang dagang antara dua ekonomi terbesar di dunia. Tarif tambahan Trump sebesar 50 persen terhadap barang-barang Tiongkok mulai berlaku pada hari Rabu, sehingga tarif AS terhadap Tiongkok menjadi 104 persen, setelah Beijing menolak untuk menarik kembali tarif balasannya sebesar 34 persen, yang diperkirakan akan dimulai pada hari Kamis.
Tarif AS juga akan berlaku pada barang-barang yang berasal dari Hong Kong â bekas koloni Inggris yang telah lama dianggap sebagai pusat perdagangan internasional dan wilayah pabean terpisah dari daratan Tiongkok.
Tarif Trump terhadap Tiongkok dan mitra dagang lainnya telah mengirimkan gelombang kejutan melalui pasar saham internasional dan memicu ketakutan akan resesi global.
Indeks Hang Seng Hong Kong anjlok lebih dari 3 persen, menjadi 19.494,92 poin, saat dibuka pada hari Rabu. Indeks naik 0,68 persen menjadi 20.264,49 poin pada penutupan perdagangan.
Pada hari Senin, indeks mengalami penurunan terberatnya sejak tahun 1997 selama krisis keuangan Asia, kehilangan lebih dari 13 persen, atau 3.021,51 poin, dalam satu hari .
Menteri Keuangan Hong Kong, Paul Chan memperingatkan adanya peningkatan volatilitas pasar dalam jangka pendek namun mengatakan sejauh ini tidak diperlukan âtindakan drastisâ dari pemerintah.
Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee pada hari Selasa menyebut tarif AS âcerobohâ dan mengatakan hal itu akan membawa ârisiko dan ketidakpastian besar bagi dunia.â
Ia bertekad untuk âmemanfaatkan sepenuhnyaâ peluang pertumbuhan Tiongkok bagi Hong Kong dan juga memperdalam hubungan kota tersebut dengan negara-negara di Timur Tengah dan Asia Tenggara.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Resmi! Gennaro Gattuso Jadi Pelatih Timnas Italia
-
Pemprov DKI Kunci Mitigasi Cuaca Ekstrem, Jakarta Disiagakan Hadapi Akhir Tahun
-
Trump dan Xi Sepakat Redakan Perselisihan Tentang Tarif dan Tanah Jarang
-
Pemprov Lampung Buat Aturan Kawasan Bebas Rokok
-
Gumuk Pasir Parangtritis Ditetapkan sebagai Geopark Nasional
-
Tim Senam Indonesia Persembahkan 4 Medali di SEA Games Thailand 2025
-
Trump Kembali akan Tetapkan Tarif Sepihak dalam Dua Pekan Mendatang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.