Korban Tewas Atap Klub Malam Runtuh di Republik Dominika Hampir 100 Orang

Rabu, 09 Apr 2025, 16:50 WIB

SANTO DOMINGO - Upaya pencarian dilanjutkan pada Rabu (9/4) pagi setelah hampir 100 orang tewas dalam runtuhnya atap kelab malam di Republik Dominika tengah malam pada hari Selasa.

Hingga Rabu dini hari, jumlah korban tewas sementara telah mencapai 98, kata Juan Manuel Méndez, direktur Pusat Operasi Darurat. "Tidak ada orang yang ditemukan dalam keadaan hidup sejak pukul 3 sore," kata Méndez dalam keterangan terbarunya.

Ket. Foto: Pemandangan udara klub malam Jet Set setelah atapnya runtuh. Ada sekitar 500 hingga 1.000 orang di dalam klub ketika atapnya runtuh sekitar pukul 12.44 dini hari pada hari Selasa. — Sumber: Istimewa

Sebelumnya, ia mengatakan: “Selama masih ada harapan untuk hidup, semua pihak berwenang akan berupaya untuk menyelamatkan atau menyelamatkan orang-orang ini.”

Dari The Guardian, penyanyi merengue Dominika populer Rubby Pérez, yang tampil di kelab malam Jet Set di hadapan ratusan orang ketika keruntuhan terjadi, adalah salah satu dari mereka yang tewas, menurut manajernya.

Keluarga pengunjung klub berkumpul di sekitar lokasi bencana di ibu kota, Santo Domingo, saat tim penyelamat mengangkut korban luka ke rumah sakit dan menggunakan derek untuk memindahkan puing-puing.

"Kami punya beberapa teman di sini, keponakan perempuan, sepupu, beberapa teman, yang berada di reruntuhan," kata Rodolfo Espinal sambil menunggu informasi mengenai orang-orang yang dicintainya.

Sekitar 370 personel penyelamat menyisir tumpukan batu bata yang runtuh, batang baja, dan lembaran seng untuk mencari korban selamat.

Di antara korban tewas juga terdapat mantan pemain Major League Baseball Octavio Dotel dan Tony Blanco. Dotel, yang berusia 51 tahun, berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup tetapi kemudian meninggal karena luka-lukanya, demikian dilaporkan media lokal.

Media lokal mengatakan ada sekitar 500 hingga 1.000 orang di dalam klub tersebut ketika atapnya runtuh sekitar pukul 12.44 dini hari pada hari Selasa. Klub tersebut memiliki kapasitas sekitar 1.700 orang.

Pérez berada di atas panggung ketika terjadi pemadaman listrik dan atapnya runtuh, menurut para saksi. Putri Pérez, Zulinka, mengatakan kepada wartawan bahwa dia berhasil menyelamatkan diri setelah atap runtuh, tetapi Pérez tidak.

Presiden Dominika, Luis Abinader, mengatakan gubernur kotamadya Monte Cristi, Nelsy Cruz, juga tewas. Abinader mengumumkan tiga hari berkabung nasional.

Iris Peña, yang menghadiri acara tersebut, menuturkan kepada stasiun televisi SIN bagaimana ia berhasil lolos bersama putranya. "Pada satu titik, tanah mulai berjatuhan seperti debu ke dalam minuman di atas meja," katanya. "Sebuah batu jatuh dan memecahkan meja tempat kami berada, dan kami berhasil keluar. Benturannya sangat kuat, seperti tsunami atau gempa bumi."

Puluhan anggota keluarga berbondong-bondong ke rumah sakit untuk mendapatkan berita. "Kami putus asa," kata Regina del Rosa, yang saudara perempuannya hadir di konser tersebut, kepada SIN. "Mereka tidak memberi kami berita, mereka tidak memberi tahu kami apa pun."

Citra helikopter mengungkap lubang besar di bekas atap klub. Sebuah derek membantu mengangkat sebagian puing yang lebih berat sementara orang-orang bertopi baja menggali puing-puing. Pihak berwenang mengeluarkan seruan bagi warga Dominika untuk menyumbangkan darah.

Para seniman memberikan penghormatan kepada Pérez di media sosial. “Sahabat dan idola genre kami telah meninggalkan kami,” tulis Wilfrido Vargas. Penyanyi Puerto Rico Olga Tañón menulis: “Maestro, betapa besar rasa sakit yang ia tinggalkan untuk kita.”

Halaman Instagram klub Jet Set mengatakan bahwa klub tersebut telah beroperasi selama lebih dari 50 tahun, dengan pertunjukan setiap hari Senin hingga dini hari. Posting terakhirnya sebelum acara hari Senin mengundang para penggemar untuk datang dan "menikmati lagu-lagu hits terbaiknya [Pérez] dan berdansa di klub malam terbaik di negara ini".

Pada hari Selasa, klub tersebut mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa mereka bekerja “secara penuh dan transparan” dengan pihak berwenang.

Pariwisata menghasilkan sekitar 15 persen PDB di negara ini, dengan jutaan pengunjung tahunan yang tertarik dengan musik, kehidupan malam, pantai, dan arsitektur kolonial ibu kotanya.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.