Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keputusan AS Berlakukan Tarif 104% untuk Impor Tiongkok, Bursa Saham Asia Rontok

📅 Rabu, 09 Apr 2025, 14:33 WIB | Oleh:
Keputusan AS Berlakukan Tarif 104% untuk Impor Tiongkok, Bursa Saham Asia Rontok Doc: Antara/REUTERS-Toru Hanai
Ket. Illustrasi- Seorang melintas di depan papan elektronik informasi pergerakan saham Bursa Efek Tokyo, Jepang.

JAKARTA – Indeks saham utama di Asia anjlok, Rabu (9/4), setelah kebijakan tarif 104 persen yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terhadap Tiongkok mulai berlaku. Pada saat bersamaan, aksi jual besar-besaran pada obligasi pemerintah AS atau US Treasuries memicu kekhawatiran asing meninggalkan aset dollar AS.

Dollar AS melemah terhadap mata uang safe haven, tetapi yuan dalam negeri bertahan tepat di atas level terendah sejak akhir 2007 karena Beijing membiarkan mata uang tersebut terdepresiasi lebih jauh di tengah meningkatnya eskalasi perang dagang dengan AS.

Hanya sedikit aset yang terhindar dari ketakutan resesi yang melanda pasar, seperti harga minyak anjlok hampir 4 persen.

Dampak dari kekhawatiran potensi resesi kemungkinan juga menyebar ke Eropa. Salah satu indikasinya, kontrak berjangka EUROSTOXX 50 menunjukkan penurunan 3,7 persen saat pembukaan perdagangan. Kontrak berjangka S&P 500 dan kontrak berjangka Nasdaq juga turun 1,6 persen.

Seperti diketahui, semalam, Pemerintah AS menyatakan ketentuan bea masuk 104 persen atas impor dari Tiongkok akan berlaku pada pukul 12:01 dini hari Waktu Timur (0401 GMT). Batas waktu tersebut berlalu tanpa ada perkembangan baru dalam perdagangan.

Kepala ekonom Tiongkok di Nomura, Ting Lu menilai AS dan Tiongkok terjebak dalam permainan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan taruhannya sangat mahal. Dia menambahkan kedua pihak ampaknya tidak mau mundur.

"Mengingat situasi yang sangat tidak menentu, mustahil untuk memperkirakan dampak perang dagang AS-Tiongkok yang sedang berlangsung terhadap ekonomi Tiongkok secara wajar," ujarnya seperti dikutip dari laman Ruters, Rabu (9/4).

Kebijakan tarif resiprokal dari AS momok perang dagang berkepanjangan antara dua ekonomi terbesar dunia dikhawatirkan memicu volatilitas tajam di pasar keuangan.

S&P 500 mengalami salah satu pembalikan terbesar setidaknya dalam 50 tahun terakhir, dengan indeks acuan kehilangan 4,2 poin persentase dari awal yang positif ke akhir yang negatif. Indeks tersebut kehilangan 5,8 triliun dollar AS dalam nilai pasar saham. Ini menjadi kerugian empat hari terdalam sejak diciptakan pada 1950-an.

Selasa (8/4) malam waktu Washington DC, Presiden Trump mengatakan Tiongkok memanipulasi mata uang untuk melindungi dari tariff. Namun, dia mengira Tiongkok akan membuat kesepakatan pada titik tertentu.

Saham unggulan Tiongkok (.CSI300), membuka tab baru, membalikkan kerugian sebelumnya menjadi naik 0,3 persen. Kinerja positif itu kemungkinan didukung oleh langkah berkelanjutan dari pemerintah Tiongkok. Indeks Hang Seng Hong Kong (.HSI), membuka tab baru, turun 1,6 persen.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang (.MIAPJ0000PUS), membuka tab baru turun 1,9 persen.

Pasar saham lain di Asia juga mengalami penurunan tajam. Nikkei Jepang (.N225), jatuh 3,6 persen, setelah naik 6 persen pada Rabu (9/4) dengan harapan bahwa Tokyo akan memperoleh kesepakatan dagang dengan AS. Saham Taiwan (.TWII), juga turun 4,6 persen meskipun pemerintah mengaktifkan dana stabilisasi sebesar 15 miliar dollar AS.

Analis di JPMorgan meyakini peningkatan cepat tarif AS terhadap Tiongkok cukup mengganggu dan dapat mendorong ekonomi global ke dalam resesi. "Mengingat tagihan impor dari Tiongkok, tarif Tiongkok saja sudah setara dengan kenaikan pajak sebesar 400 miliar dollar AS bagi rumah tangga dan bisnis AS," kata analis JPMorgan dalam sebuah catatan kepada klien. "Mata uang tersebut kemungkinan akan menjadi katup pelepas bagi para pembuat kebijakan Tiongkok."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.