Kejar Target Produksi, Serang Percepat Masa Tanam Padi
Rabu, 09 Apr 2025, 18:01 WIBSERANG â Percepatan masa tanam biasa dilakukan dalam konteks pertanian untuk meningkatkan efisiensi waktu dan hasil produksi. Percepatan masa tanam berarti mempercepat proses penanaman setelah panen sebelumnya selesai, tanpa jeda waktu yang terlalu lama.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung keinginan pemeritah untuk menciptakan swasembada pangan pada 2027. Dengan begitu, Indonesia dapat mewujudkan kemandirian pangan dan mengurangi kebergantungan terhadap impor.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang melakukan percepatan masa tanam padi di wilayahnya untuk mengejar target produksi, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas hasil panen padi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Suhardjo, di Serang, Rabu (9/4), mengatakan bahwa selama ini petani cenderung menunggu waktu cukup lama setelah panen untuk kembali melakukan masa tanam.
"Biasanya para petani itu setelah panen didiamkan dulu. Untuk kedepannya harus mulai menanam kembali dalam waktu 14 hari pasca-panen. Hal itu guna mengejar Indeks Pertanaman (IP) 400," katanya.
Ia menjelaskan, sebelum panen akan dilakukan semai terlebih dahulu setelah itu pengolahan dan langsung tanam. Sehingga prosesnya akan lebih dipercepat dan ini sesuai dengan intruksi Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau untuk tambah lahan tidak bisa maka dipercepat masa tanamnya," katanya.
Menurut dia, metode percepatan masa tanam ini telah dilakukan oleh para petani di Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, dan telah berhasil menghasilkan varietas unggulan dibantu dengan menggunakan alat trnasmater.
"Pengolahan lebih cepat termasuk mekanisme nya, kalau kemarin kita juga sempat kesulitan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menanamnya, maka kita bantu menggunakan alat trnasmater," katanya.
Pihaknya meyakini, metode percepatan masa tanam ini juga akan berhasil jika diterapkan di wilayah lainnya di Kabupaten Serang, khususnya daerah dengan sumber air yang melimpah.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pramono Minta RDF Rorotan Hanya Komisioning 750 Ton Sampah Per Hari
-
Menteri Luar Negeri Wang Yi Sebut Eropa Adalah Mitra Kunci Modernisasi Ala China
-
Vietjet Tawarkan Diskon Hingga 100% di Promo 11.11 Double Day 2025
-
LBH Gekira Siap Kawal Kematian Mahasiswi UNIMA
-
Cuaca Jakarta: Hujan Ringan Mereda Mulai Minggu Siang Hingga Malam
-
Dukung Konektivitas Kawasan Sentra Produksi Pangan di Papua Selatan, Kemen PU Teken Kontrak Pembangunan Jalan KSPP Wanam–Muting Segmen II
-
Instruksi Langsung Presiden Prabowo: Bekasi Raya Segera 'Sulap' Sampah Jadi Listrik Mulai Maret
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.