BI Tegaskan akan Menjaga Stabilitas Rupiah
Rabu, 09 Apr 2025, 23:55 WIBJAKARTA - Bank Indonesia pada hari Rabu (9/4), menegaskan, akan mengambil langkah berani untuk menjaga stabilitas rupiah dengan melakukan intervensi di pasar spot, pasar forward domestik non-deliverable, dan obligasi, setelah rupiah mencapai rekor terendah terhadap dolar.
Dikutip dari Channel News Asia, Wakil Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, mengatakan bahwa pergerakan obligasi domestik pada hari Rabu mengindikasikan bahwa investor masih memiliki kepercayaan pada pasar obligasi negara.
Nilai tukar rupiah mencapai rekor terendah 16.970 per dolar pada Rabu pagi, sebelum memangkas sebagian kerugiannya, menurut data LSEG. Destry mengatakan mata uang regional melemah pada hari itu karena meningkatnya perang dagang global.
Hal ini dipicu oleh keputusan Presiden Donald Trump yang tiba-tiba memutuskan untuk menaikkan tarif produk-produk Tiongkok sebesar 104 persen, katanya, seraya menambahkan bahwa ekonomi domestik tetap tangguh.
Ini adalah hari kedua berturut-turut rupiah jatuh ke rekor terendah. Pasar keuangan Indonesia merasakan dampak dari pengumuman tarif AS pada hari Selasa ketika pasar dibuka kembali setelah masa liburan panjang.
Redaktur: Andreas Chaniago
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sejarah Tercipta, Lebanon-Israel Sepakat Damai, Donald Trump: Ini Ruang Bernapas Baru
-
Rupiah Hari Ini Terpukul! Ultimatum Trump ke Iran Bikin Pasar Keuangan Guncang
-
Rupiah Tak Berkutik di Tengah Gejolak Dunia: Belum Genap Satu Semester, Pelemahan Sudah Signifikan
-
Jalan Dibenahi, Wisata Menggeliat: Pemprov Lampung Buka Akses Kiluan–Umbar
-
Makin Anjlok, Rupiah Pagi Ini Rp18.107, Dipengaruhi Eskalasi Baru di Timur Tengah
-
Artemis II Pecahkan Rekor Perjalanan Manusia Terjauh dari Bumi yang Dipegang Apollo 13
-
Fonseca Melaju ke Perempat Final Monte Carlo, Siap Tantang Zverev
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.