Bapenda Bekasi Catat Hasil Positif Penerimaan Pajak Triwulan Pertama

Rabu, 09 Apr 2025, 22:06 WIB

Kabupaten Bekasi - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berhasil mencatatkan hasil positif atas penerimaan pendapatan sektor pajak hingga periode akhir triwulan pertama tahun 2025 dengan rata-rata realisasi sebesar 24 persen dari target tahunan.

Kepala Bapenda Kabupaten Bekasi Ani Gustini menyatakan pencapaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja keras seluruh jajaran bersama para pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan penerimaan daerah yang bersumber dari sektor pajak.

Ket. Foto: Antrean cek fisik kendaraan sebagai salah satu persyaratan pembayaran pajak kendaraan bermotor di Kantor Samsat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu. — Sumber: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah

"Capaian triwulan pertama ini cukup menggembirakan. Dari target awal 20 persen, saat ini sudah tercapai rata-rata 24 persen," katanya di Cikarang, Rabu (9/4).

Dia menjelaskan kontribusi terbesar pendapatan masih berasal dari jenis pajak primadona seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta pajak kendaraan bermotor melalui mekanisme opsen atau pungutan tambahan pajak.

Hingga akhir triwulan pertama 2025, penerimaan daerah dari BPHTB mencapai Rp150,1 miliar atau setara 11,79 persen dari target tahunan senilai Rp1,27 triliun sedangkan PBB-P2 tercatat sebesar Rp68,1 miliar atau 8,25 persen dari target Rp825,5 miliar.

Dari jenis pajak yang bersumber dari provinsi yakni opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) terealisasi Rp83,9 miliar, setara 20,44 persen dari target Rp410,7 miliar sedangkan opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencapai Rp56,3 miliar dari target Rp291,1 miliar atau 19,36 persen.

Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dengan realisasi Rp201,1 miliar dari target Rp831,3 miliar, setara 24,20 persen. Pajak Reklame Rp5,89 miliar dari target Rp30,2 miliar atau 19,49 persen dan Pajak Air Tanah (PAT) Rp2,32 miliar dari target Rp13 miliar atau setara dengan 17,87 persen.

Pajak sarang burung walet menunjukkan capaian tertinggi dengan realisasi mencapai Rp1,4 juta dari target Rp2 juta atau setara 70 persen. Pajak mineral bukan logam dan batuan mencatatkan realisasi sebesar Rp480,5 juta dari target Rp3 miliar atau 16,02 persen.

Ani turut menekankan penting penguatan regulasi dan kolaborasi lintas sektor guna menggali potensi pajak lain yang masih belum optimal. Salah satu potensi yang tengah dikaji adalah pemungutan pajak hiburan malam yang saat ini belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan regulasi.

"Kegiatan hiburan malam masih berjalan meskipun tidak diatur dalam perda. Jika ini dilegalkan melalui regulasi daerah, maka bisa menjadi sumber pendapatan baru yang sah," ucapnya.

Pihaknya juga akan terus memperkuat sistem pemungutan pajak melalui digitalisasi layanan, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, serta mendorong revisi regulasi daerah agar lebih adaptif terhadap dinamika ekonomi dan sosial sebagai upaya strategis ke depan.

"Optimalisasi seluruh jenis pajak ini menjadi landasan penting dalam mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. Target pajak tahun ini Rp3 triliun semoga bisa tercapai melalui sejumlah upaya tersebut," kata dia.(KR-PRA).

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Arif

Berita Terbaru

Turun Drastis! Dana Desa Papua Tengah Kini Hanya Rp535 Miliar, Ada Apa?

Bahaya Obesitas Mengintai, Dokter Ingatkan Jangan Menunggu Sampai Sakit

Tak Main-Main Cegah Stunting, Pemkab Bangkalan Optimalkan Komunitas Ini dan Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu

Si Jago Merah Mengamuk! 12 Hektare Perkebunan Jati Gunung Geger Terbakar

Judi Online Sasar Anak? Polri Ingatkan Orang Tua Waspadai Modus Deposit Pulsa

Viral Modus Foto AI, Pria Menyamar Jadi Polisi Akhirnya Diciduk

Korban Tewas Tembus 2.100, Ebola Kongo Meluas ke Provinsi Keenam

Pasar EV-Hybrid Meledak di Atas 40 Persen, Industri Otomotif RI Masuk Era Baru?

Dua POJK Disiapkan, OJK Gaspol Kawal Bursa Mineral Mulai 2027

Paket Stimulus Rp26,34 Triliun Jadi Suntikan Baru, Mampukah Ekonomi Makin Bertenaga?

Insentif Motor Listrik Segera Dimatangkan, Pemerintah Bidik Jutaan Pengguna Baru

Kalau Sapi Indukan Masih Impor, Seberapa “Swambada” Kita?

Cukai Rokok Dikebut 2026, Purbaya Bidik Penerimaan Sekaligus Tertibkan Pasar

Gapki dan Forwatan Dorong Komunikasi Berbasis Data

Target Investasi Naik 13,8 Persen, Pemerintah Pasang Taruhan Besar di 2027

Pesan Menyentuh Eks Menlu Retno Marsudi Tentang Rupiah

Jangan Cuma Dipakai! BI Ingatkan Rupiah Juga Harus Dihormati sebagai Simbol Negara

Jotun Resmikan Flagship Store Pertama di Palangka Raya, Hadirkan Ribuan Pilihan Warna

Ciptakan Nilai Bermakna dan Berkelanjutan bagi Nasabah, CIMB Niaga Dorong Pertumbuhan Kredit Berkualitas

IM3 Hadirkan “IM3 Istimewa” dengan Ragam Manfaat dalam Satu Paket Prabayar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.