MBG Tidak Hanya Tingkatkan Gizi Siswa
Senin, 07 Apr 2025, 20:26 WIBJAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muâti, mengatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi peserta didik. MBG juga menjadi sarana membangun pendidikan karakter, seperti kebiasaan berdoa sebelum makan, menjaga kebersihan, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan kemandirian.
"Program ini juga menjadi sarana untuk memperkuat pendidikan karakter dan menanamkan nilai-nilai utama, seperti kebersamaan, tanggung jawab, serta kesantunan," ujar Mu'ti, dalam keterangan resminya, Senin (7/4).
Dia menambahkan bahwa Kemendikdasmen mendukung sepenuhnya program MBG sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan kuat, serta berkarakter dan berakhlak mulia. Pihaknya sudah mengoptimalkan peran Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk mendukung program tersebut.
âKami telah mengoptimalkan peran UKS sebagai ujung tombak implementasi program ini di sekolah, melakukan digitalisasi sarana-prasarana pendukung gizi, serta memperkuat data melalui dashboard program MBG guna memastikan kebijakan berbasis bukti,â tuturnya.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, menyebut program MBG mampu meningkatkan kehadiran siswa di sekolah. Menurutnya, dampak positif tersebut bahkan mencapai 99 persen di sekolah yang sudah menerapkan program makan bergizi lebih dari satu tahun.
Dia menjelaskan, MBG merupakan bentuk investasi besar dari pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045. Saat ini, pertumbuhan penduduk Indonesia masih tinggi, bertambah sekitar enam orang per menit atau tiga juta per tahun.
"Jika mencakup seluruh anak usia sekolah, jumlah yang seharusnya mendapatkan manfaat ini adalah 70 juta anak,â katanya.
Dadan menekankan pentingnya akses keluarga miskin terhadap makanan bergizi seimbang. Pihaknya berusaha memastikan bahwa setiap anak, terutama dari kelompok rentan, mendapatkan asupan gizi yang baik.
"Gizi seimbang mencakup protein, karbohidrat, serat, buah, dan susu. Jika intervensi ini tidak dilakukan sejak dini, kita berisiko memiliki tenaga kerja produktif yang kurang berkualitas pada tahun 2045,â terangnya.
- Abdul Mu'ti
- Mendikdasmen
- kemendikdasmen
- Makan Bergizi Gratis (MBG)
- MBG
- Program MBG
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Tenun Manggarai Barat Naik Kelas, Lima UMKM Binaan Yayasan Astra Tampil di Fashion Nation
-
Peternak Unggas Mikro Tak Lagi Cemas? Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP
-
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin
-
Meniru Jepang, Program MBG Model Prasmanan Diuji Coba di Jepara
-
Melongok Isi Bunker-bunker Perang Dingin Negara Nordik dengan Lintasan Gokart, Kolam Renang, dan Lapangan Bola
-
Pemerintah Perlu Percepat Rekonsiliasi Konflik Jayawijaya
-
OJK Minta Himbara Tetap Jaga Manajemen Risiko Kredit dan Tata Kelola untuk Dukung Program Prioritas Pemerintah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.