JPMorgan Naikkan Risiko Resesi Global Menjadi 60%

Sabtu, 05 Apr 2025, 20:05 WIB

WASHINGTON DC - Bank besar Amerika Serikat (AS), JPMorgan Chase & Co, telah menaikkan kemungkinan ekonomi global jatuh ke dalam resesi tahun ini dari yang sebelumnya diprediksi 40 persen menjadi 60 persen.

Bank tersebut merilis prospek terbarunya untuk ekonomi global pada Kamis (3/4), menyusul pengumuman Presiden AS, Donald Trump, sehari sebelumnya tentang serangkaian kenaikan tarif, termasuk apa yang disebut tarif timbal balik.

Ket. Foto: Presiden AS, Donald Trump — Sumber: NHK

“Dalam laporan berjudul ‘Akan ada pertumpahan darah’, JPMorgan mengatakan tindakan tarif terbaru ini pada dasarnya adalah kenaikan pajak atas pembelian barang impor oleh rumah tangga dan bisnis di AS yang nilainya sekitar 700 miliar dollar atau 2,4 persen dari PDB negara tersebut,” lapor kantor berita NHK, Sabtu (5/4).

Hal itu menunjukkan bahwa dampak kenaikan tarif itu kemungkinan akan diperbesar melalui tarif balasan oleh negara dan kawasan lain, penurunan sentimen bisnis AS, dan gangguan rantai pasokan.

Laporan itu mengatakan, "Berita terbaru memperkuat ketakutan kami karena kebijakan perdagangan AS secara jelas menjadi jauh kurang bersahabat dengan bisnis daripada yang kami perkirakan."

JPMorgan memperingatkan bahwa kebijakan perdagangan restriktif yang berkelanjutan dan berkurangnya arus imigrasi dapat mengakibatkan biaya pasokan berkepanjangan yang akan menurunkan pertumbuhan AS dalam jangka panjang. NHK/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.