• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sering Batuk Berdahak? Ini...

Sering Batuk Berdahak? Ini Penyebab dan Cara Pengobatan yang Ampuh

Kamis, 03 Apr 2025, 06:35 WIB

JAKARTA - Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) pafirangkasbitung.org aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab batuk berdahak yang menjadi keluhan masyarakat, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya. 

Berbicara tentang gangguan kesehatan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, salah satunya adalah batuk berdahak. Ketika seseorang batuk dan mengeluarkan lendir dari saluran pernapasannya, hal ini disebut batuk berdahak. Batuk adalah respon alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari kuman atau objek asing. Namun, sering kali batuk berdahak menyebabkan dada terasa berat, sesak napas disertai demam. Prevalensi batuk berdahak berkisar 3–7% pada orang dewasa.

Ket. Foto: — Sumber: Freepik/ronnachaipark

PAFI merupakan salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia bertujuan untuk mendorong penelitian farmasi dan berpartisipasi dalam inovasi meningkatkan praktik farmasi serta layanan kesehatan.

Apa saja faktor penyebab terjadinya batuk berdahak?

Secara umum, batuk berdahak sering disebut sebagai batuk produktif karena tubuh mengeluarkan dahak sebagai bagian dari proses membersihkan saluran pernapasan dari kuman atau benda asing. Dahak yang dikeluarkan dapat berwarna bening, kuning, hijau, atau bahkan mengandung darah, tergantung pada penyebabnya. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya batuk berdahak yang perlu diperhatikan meliputi:

1. Adanya infeksi saluran pernapasan

Infeksi saluran pernapasan, baik itu virus maupun bakteri, adalah salah satu penyebab paling umum dari batuk berdahak. Infeksi ini dapat menyebabkan produksi lendir yang berlebihan sebagai bagian dari respon tubuh untuk mengeluarkan patogen dari saluran pernapasan. Contoh infeksi yang sering menyebabkan batuk berdahak termasuk flu, bronkitis, dan pneumonia.

2. Asma

Asma adalah kondisi pernapasan kronis yang menyebabkan peradangan pada saluran udara. Hal ini dapat memicu produksi lendir berlebihan dan menyebabkan batuk berdahak, terutama pada malam hari atau setelah aktivitas fisik. Asma sering kali diobati dengan inhaler untuk mengurangi peradangan dan mengontrol gejala.

3. Adanya penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

PPOK termasuk kondisi seperti bronkitis kronis dan emfisema. Kondisi ini menyebabkan batuk berkepanjangan dengan dahak, yang sering kali berwarna kuning atau hijau jika terinfeksi. PPOK sering terkait dengan merokok atau paparan polusi udara jangka panjang.

4. Alergi

Paparan alergen seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan dapat memicu produksi lendir berlebihan dan menyebabkan batuk berdahak. Menghindari alergen atau menggunakan obat antihistamin dapat membantu mengurangi gejala.

5. Kondisi medis lainnya

Beberapa kondisi lain seperti sinusitis, fibrosis kistik, atau tumor paru-paru juga dapat menyebabkan batuk berdahak. Oleh karena itu, jika batuk berdahak berlangsung lama atau disertai gejala lain seperti demam tinggi, kelelahan, atau penurunan berat badan, sebaiknya konsultasikan dengan apoteker untuk penanganan yang tepat.

Apa saja obat yang tepat untuk mengobati batuk berdahak?

PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab batuk berdahak yang sulit untuk sembuh. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala batuk berdahak serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:

1. Actifed plus expectorant sirup

Actifed plus expectorant sirup mengandung triprolidine HCl, pseudoephedrine HCl, dan guaiphenesin. Guaiphenesin bekerja sebagai ekspektoran untuk mengencerkan dahak, membuatnya lebih mudah dikeluarkan dari saluran pernapasan. Sementara itu, triprolidine dan pseudoephedrine membantu meredakan gejala pilek dan hidung tersumbat yang sering menyertai batuk berdahak.

2. Sanadryl expectorant sirup

Sanadryl expectorant sirup digunakan untuk meredakan batuk berdahak dan pilek. Obat ini membantu mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan, sehingga dapat membantu mengurangi frekuensi batuk dan memperbaiki kualitas tidur.

3. OBH combi batuk berdahak

OBH combi batuk berdahak mengandung liquorice succus, amonium klorida, menthol, dan peppermint oil. Obat ini efektif untuk mengatasi batuk berdahak, pilek, dan hidung tersumbat dengan cara mengencerkan dahak dan memberikan efek menenangkan pada tenggorokan.

4. Bisolvon extra

Bisolvon extra mengandung guaifenesin dan bromhexine HCl. Keduanya bekerja sama untuk mengencerkan dahak dan mempermudah proses pengeluarannya. Guaifenesin membantu mengencerkan dahak, sementara bromhexine meningkatkan aktivitas silia di saluran pernapasan untuk mengeluarkan dahak lebih efektif.

Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi rasa sakit karena batuk berdahak seperti mengonsumsi teh hangat disertai madu untuk melegakan tenggorokan. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.

(IKN)

  • Batuk
  • Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI)

Penulis: Tim Redaksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.