Pemudik Mesti Perhatikan Kondisi Cuaca, Hujan Badai Mengintai
Jumat, 28 Mar 2025, 18:57 WIBJAKARTA - Pemudik mesti perhatikan kondisi cuaca melalui kanal yang tersedia sebelum melakukan perjalanan. Kondisi ini tidak hanya menjadi perhatian pemudik di jalan arteri, tapi juga jalan tol, dan bahkan pengguna transportasi umum.
Berdasarkan pantauan wartawan Koran Jakarta, terjadi hujan badai di ruas Tol Purbaleunyi. Kondisi tersebut mengakibatkan lajur mobil melambat dan pandangan sopir terganggu.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menegaskan pentingnya kesiapan pemudik dalam menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Cuaca merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi keselamatan perjalanan mudik.
Dia mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum berangkat, terutama bagi mereka yang menggunakan kendaraan pribadi. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima, periksa tekanan ban, fungsi lampu, serta kesiapan peralatan darurat seperti ban cadangan dan alat komunikasi.
âJika hujan lebat terjadi, sebaiknya menunda perjalanan dan mencari tempat berlindung yang aman. Jangan memaksakan perjalanan dalam kondisi cuaca buruk,â jelas Dwikorita, dalam keterangan resminya, Jumat (28/3).
Dia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, siaga, dan selalu memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web http://www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG. Pihaknya juga mengingatkan pemudik untuk membawa perlengkapan darurat, serta memahami langkah evakuasi jika menghadapi kondisi darurat di perjalanan.
âKeselamatan adalah prioritas utama, jangan memaksakan perjalanan jika kondisi cuaca tidak memungkinkan,â ucapnya.
Dwikorita juga menyampaikan peringatan dini terkait kondisi cuaca dan gelombang tinggi di perairan sekitar Selat Sunda yang berpotensi mempengaruhi aktivitas penyeberangan. Pada tanggal 29 Maret 2025 akan terjadi pasang maksimum dengan kenaikan mencapai 60 cm mulai pukul 07.00 hingga 13.00 WIB dengan durasi enam jam.
Selain itu, pihaknya juga memperingatkan adanya peningkatan kecepatan angin hingga 20 knot pada sore hingga malam hari. Hal ini berpotensi mengganggu aktivitas sandar kapal dan bongkar muat barang di pelabuhan.
âKecepatan angin yang mencapai 20 knot merupakan ambang batas untuk dikeluarkannya peringatan dini level tiga, yang dalam beberapa kondisi dapat menyebabkan penghentian sementara operasional penyeberangan,â tambahnya.
Dwikorita meminta seluruh stakeholder yang terlibat dalam arus mudik Lebaran, khususnya operator penyeberangan Merak-Bakauheni, diimbau untuk mematuhi SOP yang telah disepakati. Hal ini guna memastikan keselamatan pelayaran dan perjalanan pemudik.
âBMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat serta pihak terkait,â tuturnya.
- pemudik
- Hujan Badai
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup, Sriyono
Berita Terkait:
-
Pemkab Bogor: Pembangunan Jalan Puncak II Dilanjutkan Tahun Depan
-
H+1 Lebaran, Pemudik dan Perantau Mulai Tiba di Jakarta
-
PWI Gelar AJP 2025 Beradiah Rp300 Juta
-
Sadis, Korban Bergelimpangan saat Buldoser Melaju Kencang di Pasar Dahanji Beijing - Tiongkok Sensor Berita
-
Harga Pangan Harus sesuai HET
-
Awas! Pengunjung Ragunan Diintai Denda Rp500 Ribu, Wah Kok Bisa?
-
Juventus Incar Kemenangan Saat Lawan AS Roma di Liga Italia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.