Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Utusan AS Yakin Gencatan Tercapai dalam Hitungan Pekan

📅 Jumat, 21 Mar 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Utusan AS Yakin Gencatan Tercapai dalam Hitungan Pekan Doc: istimewa
Ket. Utusan Khusus Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff

WASHINGTON DC - Gencatan senjata penuh antara Russia dan Ukraina dapat dicapai dalam hitungan pekan. Hal itu disampaikan Utusan Khusus Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff pada Rabu (19/3) pagi.

"Kami sudah mengarah pada tercapainya kesepakatan antara Russia dan Ukraina," kata Witkoff dalam wawancara di Bloomberg Television, sembari menambahkan bahwa sanksi AS terhadap Russia akan dilonggarkan setelah gencatan tercapai.

Ia juga memastikan pertemuan lanjutan terkait Ukraina akan berlangsung di Arab Saudi pada Senin (24/3) atau Selasa (25/3) pekan depan.

“Diskusi teknis mengenai kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perang Russia-Ukraina akan dimulai hari Senin di Arab Saudi. Saya yakin pada hari Senin kami benar-benar akan mengirim tim teknis ke Arab Saudi,” ungkap Witkoff.

Witkoff menyebut pembicaraan antara Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Russia, Vladimir Putin, berlangsung baik dan berorientasi pada hasil, serta mencapai kemajuan terkait kesepakatan mengakhiri konflik.

"Mereka sepakat mengenai jalur menuju beberapa kondisi gencatan senjata dan gencatan senjata penuh yang akan dinegosiasikan selama beberapa hari mendatang. Saya benar-benar berpikir dalam beberapa pekan lagi kita akan mencapainya," ucap dia, seraya menyatakan bahwa pertemuan antara kedua pemimpin (Trump dan Putin) pada masa mendatang juga kemungkinan dapat berlangsung.

Selasa lalu, Putin dan Trump berdiskusi via saluran telepon mengenai pemulihan hubungan bilateral, kemungkinan penyelesaian konflik Ukraina, dan situasi di Timur Tengah. Trump menyebut pembicaraan yang berlangsung selama lebih dari 2 jam tersebut amat baik dan produktif.

Sementara itu terkait serangan Russia terhadap Ukraina pada Selasa lalu pula, Witkoff mengatakan, ia mendapat informasi bahwa dalam 10 menit saat percakapan tersebut berlangsung, Presiden Putin langsung memerintahkan militernya tidak menyerang infrastruktur energi Ukraina.

"Segala serangan yang terjadi malam itu terjadi sebelum perintah tersebut diberikan," kata dia, seraya menyatakan kecenderungannya untuk yakin bahwa Presiden Putin memiliki niat baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.