Di Klaten Wadirut Bulog Tegaskan, Harga GKP Rp. 6.500 Bantu Ekonomi Petani
Jumat, 21 Mar 2025, 21:09 WIBKLATEN-Kebijakan pemerintah yang menugaskan Perum Bulog untuk menyerap gabah kering panen (GKP) petani dengan harga 6.500 rupiah per kilo gram (kg) sangat penting untuk membantu ekonomi petani.
Demikian ditegaskan Wakil Direktur Utama Perum Bulog Mayor Jenderal TNI (Purn) Marga Taufiq dalam kegiatan penyerapan gabah petani di Desa Sumber, Kecamatan Trucuk, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (21/3).
"Tujuannya dengan harga demikian, petani benar-benar merasakan harga Rp 6.500 (per kg) sampai di tangan mereka," kata Marga menambahkan.
Dirinya memahami bahwa belum sepenuhnya seperti yang diharapkan. Artinya masih ada pihak yang membeli tak sesuai harga eceran tertinggi (HET). Itu yang akan selalu jadi fokus pemerintah untuk ditertibkan. Terutama di masa panen raya seperti ini. Aturan tersebut berlaku untuk semua pihak. Selain Bulog, penggilingan swasta juga diharuskan membeli GKP petani seharga Rp 6.500 per kg.
"Kita tahu kondisi di beberapa daerah tidak terjadi demikian. Perintah Presiden harga Rp 6.500 harus dinikmati petani. Maka kami Bulog, bersama jajaran di sektor pertanian, dan tentu pemerintah daerah segera melaksanakan tugas tersebut di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah sentra padi," ungkap Marga.
Dia menguraikan bahwa seluruh Pulau Jawa merupakan penghasil daerah padi terbesar secara nasional. Di luar Jawa, kata dia, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara.
"Tetapi untuk Jawa memang menjadi lumbung pangan nasional. Oleh sebab itu, kami hadir mewujudkan komitmen tersebut, disaksikan oleh Bapak Bupati, bahwa benar-benar pemerintah memberikan harga yang pantas untuk petani," ujar Marga.
Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menetapkan HPP gabah untuk masa panen raya 2025 sebesar Rp 6.500 per kilogram. Keputusan ini berlaku sejak 15 Januari 2025, baik untuk pembelian oleh pemerintah maupun penggilingan swasta di seluruh Indonesia.
Hilangkan Middleman
Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan Prita Laura mengatakan, langkah Bulog menyerap langsung ke petani sangat penting dan strategis untuk memutus peluang kelompok middleman atau tengkulak.
"Dengan langsung menyerap begini petani terbantukan sehingga tidak menjual produksinya dengan harga rendah ke tengkulak. Ini juga penting agar memacu semangat petani untuk terus berproduksi,"pungkas Prita
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Gudang Penuh! Bulog Minta Penggilingan Jaga Kualitas Beras
-
Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti
-
Rumah Kontraktor di Bengkulu Digeledah KPK, Tiga Koper Dokumen Dibawa Penyidik.
-
Museum NTB Suguhkan Pemeran Pusaka Kesultanan hingga Malam
-
Tes Genetik WTA Dimulai, Pegula Ungkap Proses Berlangsung di Cincinnati
-
Polda Jabar Berantas 352 Kasus Kejahatan Jalanan
-
Lima Tokoh yang Berpeluang Gantikan Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.