BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan Gaungkan Skrining Riwayat Kesehatan untuk Masyarakat

Jumat, 21 Mar 2025, 15:30 WIB

JAKARTA – BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan menggaungkan program skrining riwayat kesehatan. Ini bertujuan untuk mendukung terciptanya masyarakat sadar pentingnya kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan Herman Dinata Mihardja mengungkapkan tujuan program itu juga bermaksud menjelaskan informasi-informasi terupdate seputar pelaksanaan skrining riwayat kesehatan dan pelayanan penapisan kesehatan tertentu sesuai dengan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 3 Tahun 2024.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. BPJS Kesehatan Jakarta Selatan

“Salah satu investasi yang menurut saya penting itu adalah kesehatan, untuk mendukung terwujudnya cita-cita itu, kami dari BPJS Kesehatan sudah menyediakan program skrining riwayat kesehatan yang memungkinkan masyarakat khususnya peserta untuk mengetahui apakah mempunyai risiko penyakit kronis yang mungkin terjadi pada diri sendiri. Awalnya skrining hanya bisa mendeteksi enam penyakit saja, namun saat ini sudah ditambah menjadi 14 penyakit kronis,” kata Herman dalam acara ngobrol program terkini JKN Jumat (20/3).

Herman menambahkan, saat ini terdapat 14 risiko penyakit kronis yang bisa dideteksi melalui skrining riwayat kesehatan, di antaranya adalah diabetes melitus, hipertensi, stroke, ischemic heart disease, dan talasemia. Kemudian juga kanker payudara, kanker serviks, kanker usus, kanker paru, turbekulosis, penyakit baru obstruktis (PPOK), anemia, hepatitis B, serta hepatitis C.

Apabila diketahui memiliki salah satu risiko penyakit tersebut, peserta bisa melakukan penapisan atau skrining kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Berdasarkan capaian tahun lalu, jumlah skrining riwayat kesehatan di wilayah Jakarta Selatan tercatat mencapai 494.390 jiwa, dan penapisan mencapai 523.908 jiwa,” ujar Herman.

“Jumlah ini masih bisa kita tingkatkan bersama agar bisa mencakup seluruh masyarakat Jakarta Selatan, didukung dengan kebijakan yang sudah disesuaikan, dari yang awalnya kriteria skrining hanya bisa dilakukan oleh kalangan usia di atas 15 tahun, menjadi semua kalangan usia. Teknisnya peserta dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara mandiri,” tambahnya.

Herman menyebut masing-masing peserta berkesempatan melakukan skrining riwayat kesehatan sebanyak satu kali dalam setahun, yang dapat diakses dengan beberapa cara, di antaranya melalui Aplikasi Mobile JKN, kanal Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA), Aplikasi Pcare fasilitas kesehatan tingkat pertama, Portal Quick Respons (POROS) yang ditempatkan di fasilitas kesehatan, ataupun website BPJS Kesehatan.

“Untuk melakukan skrining riwayat kesehatannya juga terbilang sangat mudah, bagi peserta yang menggunakan Aplikasi Mobile JKN cukup mengakses fitur yang sudah disediakan, dan untuk kanal lainnya cukup menyiapkan nomor induk kependudukannya atau nomor kartu JKN serta mengisi data diri,” ucapnya.

Ia berharap semakin luasnya manfaat skrining riwayat kesehatan, masyarakat semakin tertarik memanfaatkannya dan lebih sadar terhadap kesehatan pribadi. Sebagai informasi, skrining ini bersifat gratis.

Di sisi lain sebagai peserta JKN, Alvina Nur Fadillah (22) sudah mecoba langsung skrining riwayat kesehatan melalui Aplikasi Mobile JKN. Menurutnya skrining tersebut sangat mudah untuk diakses oleh masyarakat, karena tampilan dan pertanyaannya yang cukup sederhana dan mudah dipahami.

Vina sapaan akrabnya itu juga mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut, terutama untuk memastikan apakah dirinya memiki risiko terkena penyakit kronis sejak usia muda. 

“Saat melakukan skrining riwayat kesehatan, kita sebagai peserta akan diminta untuk mengisi beberapa bagian pertanyaan yang berkaitan dengan kebiasaan hidup dan riwayat kesehatan, setelah semuanya selesai akan langsung muncul hasil berupa rangkuman yang menyatakan kita berisiko atau tidak berisiko terkena penyakit kronis,” imbuh Vina.

Menurut Vina, skrining ini sangat penting lantaran hasilnya dapat mengetahui apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan.

“Terlebih lagi programnya gratis, jadi sangat menarik buat anak-anak kuliahan seperti saya,” pungkasnya.

(IKN)

Penulis: Tim Redaksi

Berita Terbaru

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.