AS Setujui Penjualan Roket Berpemandu Laser ke Arab Saudi

Jumat, 21 Mar 2025, 20:59 WIB

WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat baru-baru ini menyetujui penjualan pertama sistem senjata pembunuh presisi canggih ke Arab Saudi dengan perkiraan biaya 100 juta dolar AS. 

Dari Al Jazeera, Sistem Senjata Pembunuh Presisi Canggih (Advanced Precision Kill Weapon System/APKWS) yang disetujui untuk dijual ke Arab Saudi adalah roket berpemandu laser yang dapat menyerang target udara dan permukaan, katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Ket. Foto: Sistem Senjata Pembunuh Presisi Canggih merupakan pilihan hemat biaya untuk menembak jatuh drone kecil bersenjata berbiaya rendah. — Sumber: Istimewa

"Penjualan yang diusulkan akan meningkatkan kemampuan Kerajaan Arab Saudi untuk menghadapi ancaman saat ini dan di masa mendatang, serta memberinya kemampuan untuk menyerang target secara tepat dengan risiko kerusakan tambahan yang jauh lebih rendah daripada sistem rudal berpemandu lainnya," kata Pentagon dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Harga senjata tersebut sekitar 22.000 dolar AS, menjadikannya pilihan yang hemat biaya untuk menembak jatuh drone bersenjata kecil berbiaya rendah seperti yang digunakan oleh pemberontak Houthi Yaman.

Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan Pentagon memberi tahu Kongres tentang kemungkinan penjualan 2.000 APKWS dan peralatan serta pelatihan terkait pada hari Kamis.

“Penjualan yang diusulkan ini akan mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan tujuan keamanan nasional Amerika Serikat dengan meningkatkan keamanan negara mitra yang merupakan kekuatan bagi stabilitas politik dan kemajuan ekonomi di Kawasan Teluk,” kata Pentagon.

Meskipun telah disetujui oleh Departemen Luar Negeri, pemberitahuan tersebut tidak menunjukkan bahwa kontrak telah ditandatangani atau bahwa negosiasi telah selesai. Kontraktor utama untuk penjualan tersebut adalah BAE Systems, kata Pentagon.

Penjualan potensial itu terjadi saat AS melanjutkan gelombang serangan terhadap target-target Houthi di Yaman, yang dimulai Sabtu lalu, menewaskan sedikitnya 31 orang dalam operasi terbesar sejak Presiden Donald Trump kembali ke Gedung Putih pada bulan Januari.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.