Saat Mudik Lebaran, Penting Perhatikan Kondisi Ban
Kamis, 20 Mar 2025, 02:44 WIBJAKARTA -Â Menjelang akhir Ramadan, tradisi yang biasa dijalankan oleh masyarakat Indonesia yakni mudik menuntut berbagai kesiapan seperti kondisi fisik dan juga kendaraan yang prima.
Salah satu yang terpenting adalah perhatian terhadap kesiapan komponen ban.
Komponen karet bundar yang menempel pada bagian velg ini, menjadi tumpuan utama bagi kendaraan yang nantinya harus berhadapan langsung dengan aspal dan juga beton yang akan pengendara lintasi nantinya. Sehingga, komponen ini harus diperhatikan kesehatannya.
âMengganti ban kendaraan menjadi hal yang penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan berkendara,â kata Johan Tri, seorang ahli ban melalui keterangan resminya, Rabu (19/3).
Ban menjadi komponen krusial lantaran menjadi satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Ia bekerja di bawah tekanan yang cukup intens, sehingga cenderung berpotensi mengalami kerusakan.
Adapun langkah pertama yang dilakukan adalah memilih ban yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan. Ban saat ini telah diperkuat dengan berbagai teknologi yang mendukung perjalanan pengemudi.
Langkah kedua adalah memeriksa tekanan angin untuk memastikan kesesuaian dengan rekomendasi pabrikan. Ini sangat penting, sebab tekanan yang tidak sesuai dapat mempengaruhi efisiensi bahan bakar dan keselamatan berkendara. Karena daya angkut kendaraan telah dihitung oleh produsen, maka sebaiknya tekanan ban selalu mengikuti rekomendasi yang telah ditetapkan. Lakukan pemeriksaan tekanan angin secara berkala dalam perjalanan mudik.
Jika sebelumnya mobil telah dipakai cukup lama, sebaiknya melakukan rotasi ban secara berkala. Ini bertujuan mencegah keausan yang tidak merata. Ban yang aus di salah satu sisi dapat mengurangi stabilitas kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Pengecekan kondisi fisik ban juga tidak boleh diabaikan. Pastikan kedalaman tapak ban tidak kurang dari batas minimum yang dianjurkan. Pemeriksaan sendiri dapat dilakukan dengan mengelilingi kendaraan searah jarum jam dan detail. Bila perlu lakukan perabaan, pasalnya beberapa kerusakan mungkin tidak terlihat secara kasat mata.
Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu, ban yang sudah menipis atau memiliki retakan dapat meningkatkan risiko aquaplaning. Gejala aquaplaning terjadi saat ban kehilangan traksi dengan jalan akibat genangan air, yang dapat menyebabkan kendaraan kehilangan kendali. Oleh karena itu, penting untuk selalu memastikan kondisi ban dalam keadaan prima sebelum berkendara saat mudik, terutama saat hujan.
Demikian tips aman berkendara dari kami agar perjalanan mudik masyarakat aman dan nyaman, selamat sampai tujuan masing-masing. Ant/berbagaisumber
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pemkab Karawang Mulai Laksanakan WFH ASN Setiap Jumat
-
Nonton Final UCL di Budapest Gratis? Fans Sepak Bola Indonesia Diajak Perluas Circle
-
GoWork Hadirkan Ruang Meeting Profesional di Jakarta, Fleksibel dan Lengkap!
-
AS Memulai Blokade Pelabuhan Iran, Teheran Ancam akan Membalas
-
Udara Makin Panas, Berapa Derajat Suhu AC yang Disarankan Saat Musim Kemarau?
-
AS dan Iran Berlomba Menemukan Pilot F-15E yang Jatuh Tertembak Rudal Darat ke Udara
-
Gempa Dangkal Guncang Kendari, Getarannya Terasa hingga Konawe Selatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.